Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

Kesehatan

Hidup dengan Satu Ginjal Memang Tak Masalah, Tapi Masa Iya ‘Dijual’?

badge-check


					Getty Images/iStockphoto/Ivan-balvan

Baca artikel detikHealth, Perbesar

Getty Images/iStockphoto/Ivan-balvan Baca artikel detikHealth, "Hidup dengan Satu Ginjal Memang Tak Masalah, Tapi Masa Iya 'Dijual'?"

Gennews.id — Orang yang hidup dengan penyakit gagal ginjal kronis membutuhkan transplantasi untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Di Indonesia, prosedur transplantasi ginjal kebanyakan berasal dari kerabat misalnya orang tua ke anak atau saudara.
Terkait donor organ, tidak sedikit yang bertanya-tanya bisakah seseorang hidup dengan satu ginjal? Terkait hal ini spesialis nefrologi dr Elizabeth Yasmine Wardoyo, SpPD, KGH-FINASIM menjelaskan orang yang mendonorkan ginjal pada pasien gagal ginjal bisa tetap hidup dengan baik. Dia juga tetap memiliki kualitas hidup yang sama dengan orang yang memiliki dua ginjal.

“Dari penelitian, fungsi ginjal yang mendonorkan ginjalnya ini sebenarnya cukup terjaga. Tidak apa-apa mendonorkan ginjal, kualitas hidupnya tetap sama asalkan sebelum donor, struktur dan fungsinya diperiksa terlebih dahulu,” ujar dokter yang berpraktik di RSUP Fatmawati itu kepada detikcom, Senin (22/1/2024).

Tata cara donor organ di Indonesia sudah diatur oleh Komite Transplantasi Nasional (KTN) dan rumah sakit tempat operasi transplantasi berlangsung, termasuk di dalamnya menyangkut hal-hal etik dan tidak boleh ada jual beli ginjal.

“Jadi tidak serta merta dari keinginan pasien saja, tentu tidak, pemeriksaannya sangat teliti. Saat ini RSUP Fatmawasti memulai dengan related, kalau ada yg donor bukan dari keluarga maka akan diseleksi dan akan menjalankan wawancara dari tim hukum dan advokasi untuk memastikan tidak ada pelanggaran,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar FKUI dr Nur Rasyid, SpU menegaskan bahwa fenomena jual ginjal yang belakangan terjadi sangat tidak etis dan tidak empati pada pasien yang benar-benar membutuhkan donor. Terlebih, jika jual-beli organ terjadi, negara bisa mendapatkan hukuman dari badan internasional.

“Jadi sebenarnya dihukumnya di seluruh dunia itu jual beli ginjal ilegal. Dunia itu sebenarnya sangat keras terhadap adanya jual beli organ. Kita tahu dulu China dulu sempat di-banned karena dulu orang Indonesia ke China tuh bisa melakukan transplantasi. Sebelum itu juga India juga pernah di-banned habis itu terus Filipina,” kata dr Nur.

Proses persiapan yang diperlukan sebelum menjalani transplantasi ginjal dapat memakan waktu dua hingga empat bulan. Skrining baik dari donor maupun resipien wajib dilakukan untuk memastikan keselamatan keduanya saat operasi tersebut dijalankan. (Sumber : Detikhealt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenkes MoU Bersama Kadin, Ini Tujuannya

3 Februari 2024 - 21:53

Konsumsi Gula, Garam,Lemak Berlebihan Dapat Timbulkan Penyakit

30 Januari 2024 - 16:11

Wakil Ketua MPR RI Katakan Kesehatan Mental Remaja Jadi Atensi

23 Oktober 2023 - 18:41

Trending di Kesehatan