Tanjungpinang — Pemandangan tidak nyaman terlihat di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri di Jalan Basuki Rahmat. Hal ini diungkapkan oleh salah satu masyarakat yang melintas di jalan tersebut karena papan nama yang bertuliskan salah satu bangsawan kesultanan riau rusak dan tidak terawat.
Padahal, pentingnya papan nama di setiap kantor yang seharusnya di utamakan agar dapat diketahui dan mudah dikenal oleh masyarakat terutama bagi pendatang yang akan berkunjung. namun ini justru sebaliknya, huruf atau tulisan yang berada dipapan plang nama sudah rusak dan tidak terawat, diduga memang sengaja dibiarkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri.
Tentunya, tidak sedikit biaya pemasangan papan nama kantor pasti bisa menelan anggaran puluhan juta rupiah yang diambil dari uang negara atau uang rakyat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri, Herry Andrianto saat dikonfirmasi melalui sambungan via whats”app tidak merespon apapun.
Seharusnya Herry Andrianto selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri yang memiliki kekayaan 6 miliar harus memiliki sikap kepedulian dan tidak mengabaikan hal yang sederhana tetapi harus diperhatikan juga nilai estetika untuk orang yang ingin berkunjung ke kantor.
Sementara masyarakat mengharapkan, perlu adanya transparan terhadap anggaran Pemeliharaan/Rehabilitasi Gedung Kantor dan Bangunan lainnya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri.
Sebagai informasi, Herry Andrianto sebelum menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri. Ia pada tahun 2019 menjabat Biro Administrasi Perekonomian Pemprov Kepri memiliki kekayaan sebesar 3 miliar, pada tahun 2020 hingga sekarang dirinya menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri tampak total harta kekayaan Herry dari tahun 2020 -2024 memang meningkat sangat tajam berdasarkan laporan LHKPN di situs KPK.
Penulis : Reza













