Tanjungpinang — Islah antara Nazaruddin dan Sas Jhoni akhirnya digelar di Gedung LAM Kepri, Selasa (18/11/2025). Upaya damai ini dilakukan setelah beberapa waktu lalu beredar pesan WhatsApp bernada provokatif yang diduga ditulis Nazaruddin dalam grup internal LAM Kepri. Pesan tersebut sempat menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat Melayu hingga lembaga adat memutuskan mempertemukan keduanya untuk meredakan persoalan secara damai.
Isi pesan yang beredar itu sebagai berikut:
“Hulu balang siapkan
pasukan… kite lawan sasjoni tu… sekali kite buat berdarah-darah diktr
lam tu… cincau naa”
Dalam pertemuan islah tersebut, Ketua Umum LAM Kepri, H. Raja Alhafiz Raja Ismail, menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi dan persatuan. Ia mengatakan, “Saya selaku ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri menyampaikan terimakasih atas kehadiran kita semua, untuk bersilaturahmi,” ucapnya.
Ia melanjutkan, “Saya mengharapkan mari kita bersama-sama membangun provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini dalam keadaan sebaik-baiknya dan jangan sampai di antara kita berpecah belah,” sambil mengajak seluruh masyarakat Melayu untuk tetap bersatu.
“Marilah kita bergandeng tangan dan saling membantu terhadap apapun masalah yang ada,” ujar Alhafiz.
Ia juga menegaskan, “Kita juga (LAM Kepri) selalu terbuka terhadap kegiatan apapun, silahkan datang dan bersilaturahmi,” tegasnya.
Nazaruddin, yang disebut sebagai penulis pesan, menyampaikan klarifikasi serta permintaan maaf di hadapan forum. Ia menjelaskan, “Saya menyampaikan berdarah-darah bukan untuk berkelahi melainkan memotivasi agar menerima adanya masukan dan kritikan dari masyarakat melayu Provinsi Kepri, tujuan saya hanya bergurau saja,” ucapnya.
Sambungnya, “Saya Nazaruddin mohon maaf kepada Sas Jhoni dan teman-teman lainnya yang merasa tersinggung dengan pernyataan itu, percayalah pernyataan itu bukan saya untuk beradu fisik tetapi untuk masukan demi kemajuan hulu balang ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, “Ini jadi pembelajaran besar bagi saya, untuk di medsos itu harus lebih hati-hati,” tambahnya.
Dirinya juga menyatakan kesediaannya menerima risiko apa pun.
“Saya juga siap menerima sanksi dari LAM Kepri apapun bentuknya, bahkan dipecat pun saya sudah siap,” ujarnya.
Sas Jhoni merespons positif penyelenggaraan islah tersebut. Ia mengatakan, “Saya secara pribadi sudah memaafkan dan saya juga masih butuh tunjuk ajar bukan semata-mata saya ada rasa tidak suka kepada LAM Kepri. Melainkan saya ingin memberikan masukan dan kritikan demi kemajuan LAM Kepri,” katanya.
Ia menegaskan komitmennya terhadap identitas Melayu. “Saya juga orang melayu, jika ada suatu permasalahan yang menyinggung melayu saya orang paling terdepan,” ucapnya.
Ketua LAM Kepri, Raja Alhafiz, memastikan persoalan tersebut kini telah selesai dan hanya merupakan kesalahpahaman yang sudah diluruskan. Ia juga menyampaikan rencana memperkuat konsolidasi organisasi-organisasi Melayu agar semakin solid di Kepri. Menurutnya, berbagai terobosan akan dilakukan agar masyarakat Melayu dapat semakin tegak dan bersatu di Bumi Segantang Lada.
Sas Jhoni, yang juga Ketua GAMNR Tanjungpinang, berharap LAM Kepri dapat menjadi payung bagi seluruh anak Melayu, baik yang berada di dalam maupun di luar struktur lembaga. Harapan ini diamini oleh Raja Alhafiz yang menegaskan bahwa LAM Kepri akan terus bekerja memperkuat persatuan dan meningkatkan kemajuan masyarakat Melayu di Kepulauan Riau. (Reza)













