Anambas – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan evaluasi terhadap sejumlah titik rawan banjir rob yang terdampak langsung saat air pasang beberapa hari terakhir. Evaluasi tersebut dilakukan sebagai dasar penyusunan langkah antisipasi ke depan, termasuk usulan penanganan kepada pimpinan daerah.
Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rovaniyadi, mengatakan pemantauan difokuskan pada wilayah yang selama ini memang berada di dataran rendah dan kerap terdampak saat air laut pasang.
“Beberapa titik yang memang biasa terdampak saat air pasang itu kita pantau langsung. Itu menjadi bahan evaluasi ke depan untuk kita usulkan kepada pimpinan daerah melalui dinas terkait,” ujar Rovaniyadi saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, dari hasil pemantauan, genangan air terjadi di sejumlah ruas jalan dan lingkungan permukiman warga. Namun, hingga saat ini tidak ditemukan kerusakan berat pada rumah warga akibat gelombang atau hantaman air laut.
“Dampaknya memang ada, seperti jalan tergenang dan air masuk ke lingkungan rumah warga. Tapi untuk kerusakan berat, seperti rumah rusak atau lantai papan pecah, tidak terjadi,” jelasnya.
Ia menambahkan, hal tersebut tidak terlepas dari upaya sosialisasi yang telah dilakukan sebelumnya kepada masyarakat pesisir, termasuk imbauan untuk membuka lantai papan rumah saat air pasang guna mencegah kerusakan akibat tekanan gelombang.
Adapun titik genangan yang terpantau antara lain di Jalan Kartini, Jalan Olahraga, dan Jalan Raden Saleh. Sementara Jalan Patimura dan kawasan Sungai Sugi masih terpantau aman karena air belum melimpah, meski berada dalam kondisi mendekati ambang genangan. Selain itu, halaman SMP Negeri 2 Anambas dilaporkan sempat terendam akibat banjir rob.
“Kondisi di SMP Negeri 2 itu menjadi perhatian. Halaman sekolah tergenang, dan ini tentu menyulitkan aktivitas, terutama bagi siswa. Nantinya akan kita evaluasi apakah perlu diusulkan peninggian halaman sekolah melalui dinas terkait,” ujarnya.
Rovaniyadi menyampaikan, BPBD juga siap menyusun kaji cepat apabila ke depan ditemukan kerusakan akibat banjir rob. Kaji cepat tersebut bertujuan untuk memetakan kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana yang terdampak.
Dalam penanganan banjir rob, BPBD Anambas terus bersinergi dengan BMKG melalui grup siaga bencana. Informasi cuaca, arah angin, prediksi gelombang, hingga potensi hujan disampaikan secara real time oleh BMKG dan menjadi dasar penyusunan langkah kesiapsiagaan serta sistem peringatan dini kepada masyarakat.
“Informasi dari BMKG menjadi bahan utama kami dalam menyusun rencana kegiatan penanggulangan bencana, termasuk kapan air pasang rob terjadi dan kapan tim harus disiagakan,” jelasnya.
Ia menegaskan, penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan oleh BPBD sendiri. Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi terus dijaga, mulai dari unsur TNI-Polri, BMKG, instansi vertikal, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan.
“Kami sudah membentuk Satgas Bencana dan grup koordinasi siaga bencana yang melibatkan seluruh unsur terkait. Penanggulangan bencana itu berjenjang, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” katanya.
Menutup keterangannya, Rovaniyadi mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar tetap waspada terhadap banjir rob yang rutin terjadi setiap tahun.
“Kami mengimbau masyarakat pesisir untuk selalu bersiap, mengamankan barang berharga, dan segera melapor kepada tim kami di lapangan jika membutuhkan bantuan, baik evakuasi maupun pemindahan barang,” pungkasnya. (Azmi)













