Menu

Mode Gelap
Ojol Nasional Tak Mundur: 16 Daerah Siap Aksi Meski Pemerintah Terbitkan PP 27/2026 Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya?

Daerah

Wisman ke Tanjungpinang Meningkat di Awal 2026, Jadi Sinyal Positif Sektor Pariwisata

badge-check


					Wisatawan domestik dan mancanegara mengunjungi kawasan Pulau Penyengat, salah satu destinasi unggulan Kota Tanjungpinang yang dikenal dengan nilai sejarah dan religi, belum lama ini, Rabu (6/5). Perbesar

Wisatawan domestik dan mancanegara mengunjungi kawasan Pulau Penyengat, salah satu destinasi unggulan Kota Tanjungpinang yang dikenal dengan nilai sejarah dan religi, belum lama ini, Rabu (6/5).

Tanjungpinang —Kunjungan wisatawan manca negara (wisman) ke Kota Tanjungpinang pada triwulan pertama tahun 2026 mengalami tren positif. Pada bulan Januari, kunjungan wisman ke Tanjungpinang tercatat sebanyak 4.030 kunjungan. Bulan Februari naik menjadi 5.047 kunjungan, dan pada bulan Maret kunjungan wisman ke Tanjungpinang kembali naik menjadi 5.622.

Data tersebut dimuat dalam laman berita Dinas Pariwisata Provinsi Kepri. Negara asal wisman ke Provinsi Kepri mayoritas berasal dari Singapura, diikuti wisman Malaysia, Tiongkok, India, dan Korea Selatan. Menariknya, kunjungan wisman ke Tanjungpinang terus mengalami kenaikan ketika kunjungan wisman ke Batam, Bintan, dan Karimun justru mengalami tren penurunan. Meski, jumlah kunjungan ke Tanjungpinang relatif lebih rendah dibandingkan ketiga daerah tersebut.

Ketua Association of The Indonesian Tours dan Travel Agencies (ASITA) Tanjungpinang – Bintan Sapril Sembiring mengatakan, tren positif kunjungan wisman ke Tanjungpinang pada triwula pertama tahun 2026 hendaknya mampu menjadi trigger bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk lebih meningkatkan kreativitas. Terutama dalam hal membangun, dan mengembangkan daya tarik wisata.

“Artinya ada kecenderungan yang baik. Namun jangan cepat berpuas hati. Tapi hal ini harusnya justru menjadi pemicu. Agar kita lebih fokus memikirkan bagaimana agar wisman yang datang terus meningkat. Sebagai pelaku usaha wisata, kami menilai banyak yang harus ditingkatkan. Perlu kreativitas dari OPD terkait,” kata Sapril, Rabu (6/5).

Salah satu hal yang dapat mempengaruhi tingkat kunjungan wisman ke Tanjungpinang, ucap Sapril, adalah jadwal kedatangan, dan keberangkatan kapal feri. Sapril mencontohkan jadwal kedatangan kapal dari Malaysia yang tiba di Tanjungpinang pada sore hari, dan jadwal keberangkatan kembali pada pagi hari.

Kondisi ini praktis menyebabkan tidak banyak hal yang dapat dilakukan wisman, terutama yang melakukan kunjungan tur wisata satu hari. Dengan tarif yang lebih mahal, dan waktu perjalanan yang lebih lama, wisman cenderung memilih tujuan kedatangan di Batam.

“Terlebih kita tidak mampu menyuguhkan daya tarik wisata pada malam hari. Tidak ada yang membuat wisman ingin mengulang kembali kunjungannya. Ini baru dari sektor jadwal kedatangan, dan keberangkatan kapal. Mungkin pemerintah kota bisa melakukan pembicaraan bersama operator kapal, dan otoritas pelabuhan,” ungkap Sapril.

Lebih jauh Sapril juga mengungkapkan kesediaan para pelaku usaha wisata untuk mendukung program kepariwisataan di Tanjungpinang. Perbaikan kualitas, dan pengayaan destinasi wisata perlu dilaksanakan. Tidak hanya mengandalkan destinasi wisata yang telah ada seperti Pulau Penyengat.

“Jika ada objek wisata, atau atraksi wisata yang terjadwal secara kontinyu, kita tentu dapat menjual paket wisata yang lebih baik di Tanjungpinang. Perlu kerja sama dengan biro perjalanan wisata, dan stakeholder kepariwisataan lainnya. Kawasan Tepi Laut, dan Gedung Gonggong jika dikelola lebih baik sebenarnya juga dapat dijadikan destinasi wisata alternatif. Perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi, dan pihak terkait lainnya,” tutur Sapril.

Beberapa tantangan pengembangan sektor wisata Tanjungpinang tersebut direspon positif. Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Zulhidayat mengatakan, Pemerintah Kota Tanjungpinang telah mengidentifikasi berbagai potensi dan hambatan pengembangan sektor pariwisata di Tanjungpinang.

Untuk memvalidasi peluang dan hambatan tersebut, melalui kerja sama dengan Bappenas RI, Pemko melaksanakan forum diskusi internal Bapelitbang selaku koordinator, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, camat, dan lurah. Pelaksanaan diskusi langsung di destinasi wisata unggulan Tanjungpinang, Pulau Penyengat, Kamis (7/5).

“Tentunya setelah ini kita akan mengajak rekan-rekan pelaku usaha wisata, serta stakeholder terkait lainnya. Sebelum bergerak ke sana, kita lebih dulu ingin mengetahui potensi, peluang, tantangan, dan hambatan pengembangan sektor wisata. Jelas perlu kolaborasi berbagai pihak, karena pariwisata merupakan sektor penghasil dan penggerak perekonomian daerah,” tanggap Zulhidayat. (Red/Reza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua DPRD Lingga Disorot, Mahasiswa Singgung Ketimpangan Narasi dan Serangan Personal

7 Mei 2026 - 12:42

Wabup Anambas Resmi Buka Turnamen Sepak Bola HUT Karang Taruna Desa Putik

6 Mei 2026 - 21:10

Mantan Ketua DPW GM Kepri Dua Periode Jadi Ketua Dewan Pembina DPP IKMAL, Berduet dengan Yunus Husein

6 Mei 2026 - 07:12

Bupati Aneng Jemput Dukungan Pusat, PSN Anambas Didorong Lebih Maksimal

5 Mei 2026 - 12:38

Pemkab Anambas Gelar Pemilihan Duta GenRe 2026 Secara Virtual, Cetak Generasi Muda Berkualitas

4 Mei 2026 - 15:39

Trending di Daerah