Anambas — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan layanan kas keliling di wilayah 3T, tepatnya di Pulau Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas. Kegiatan berlangsung di Pasar Letung pada 13 November 2025, dengan menyediakan layanan penukaran uang lusuh atau rusak yang termasuk kategori Uang Tidak Layak Edar (UTLE), Jum’at (14/11/2025).
Program ini merupakan agenda tahunan BI Kepri dalam menjalankan misi sistem pembayaran sebagai bank sentral, yaitu memastikan ketersediaan uang kartal baik kertas maupun logam dalam nominal yang cukup, pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi layak edar.
Menurut Panca Gunawan Harefa, Asisten Penyelia Perkasan KPw BI Provinsi Kepri, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kehadiran nyata BI di tengah masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan uang kecil dan uang layak edar, BI juga terus mengedukasi masyarakat melalui program “Cinta Bangga Paham Rupiah”, agar masyarakat mengenali ciri keaslian rupiah, merawat uang, serta memahami rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.
Masyarakat Letung–Jemaja menyambut kegiatan ini dengan antusias. Selama ini, mereka mengalami kesulitan mendapatkan uang kecil pecahan Rp1.000 hingga Rp20.000, sementara uang kecil yang beredar pun umumnya sudah lusuh atau terkena air dan noda.
“Penukaran uang kecil dan uang lusuh sangat membawa kebahagiaan buat masyarakat Letung–Jemaja,” ujar Solihin, salah seorang pedagang pasar.
Petugas BI juga mengingatkan pentingnya penggunaan uang logam dalam transaksi harian, karena meski bernilai kecil, uang logam memiliki fungsi besar dalam menjaga keakuratan harga. Jika masyarakat enggan menggunakan uang logam pecahan Rp1.000 hingga Rp50, maka pedagang dapat membulatkan harga ke kelipatan Rp1.000. Karena itu, masyarakat diimbau tetap menggunakan dan tidak menolak uang logam dalam transaksi.
Tingginya antusiasme warga membuat seluruh modal kerja sebesar Rp500 juta yang disiapkan BI habis ditukarkan. Warga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin setiap tahun, mengingat akses terhadap uang baru sangat bergantung pada perjalanan laut menuju Tanjungpinang yang memakan waktu hingga 10 jam.
“Berharap Bank Indonesia rutin setiap tahun hadir di daerah Letung–Tarempa, kami sangat mengucapkan terima kasih atas kehadiran BI di Letung–Jemaja, semoga BI sukses menjalankan tugasnya,” ujar Jeni, warga Letung. (Azmi)













