Anambas – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas, Tony Karnain, Ph.D., merespons pemberitaan terkait kendala akses pelabuhan yang berdampak pada aktivitas siswa menuju sekolah. Ia menegaskan komitmen Dinas Pendidikan untuk mencari solusi terbaik demi menjamin akses pendidikan yang aman bagi peserta didik.
Hal tersebut disampaikan Tony saat diwawancarai Gennews.id di ruang kerjanya, Selasa (20/1/2026). Ia menjelaskan bahwa persoalan perbaikan pelabuhan bukan merupakan kewenangan langsung Dinas Pendidikan, namun koordinasi lintas instansi akan segera dilakukan guna menindaklanjuti permasalahan tersebut.
Tony menekankan bahwa keselamatan dan kelancaran akses pendidikan, termasuk bagi siswa yang harus menyeberangi laut, merupakan tanggung jawab bersama pemerintah daerah.
“Yang jelas akses ke pendidikan itu sangat penting. Pemerintah daerah harus mengupayakan akses ke sekolah yang aman bagi anak,” ujarnya.
Terkait kondisi pelabuhan di Kecamatan Siantan Utara yang diberitakan mengalami kerusakan, Tony mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi secara tertulis dari sekolah yang bersangkutan. Informasi awal justru diketahui melalui pemberitaan media.
“Dari pihak sekolah belum ada menyampaikan secara tertulis kepada kami terkait hal itu, baru dapat informasi dari berita,” jelasnya.
Meski demikian, sebagai langkah cepat, Tony telah menginstruksikan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak sekolah serta instansi teknis terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perhubungan (Dishub). Ia juga menyebutkan bahwa di wilayah Siantan Utara terdapat alternatif pelabuhan lain yang dapat dimanfaatkan sementara.
“Siantan Utara ada beberapa alternatif pelabuhan. Itu hanya akses terdekat,” tambahnya.
Sambil menunggu solusi permanen pada aspek infrastruktur, Dinas Pendidikan Anambas telah menyiapkan kebijakan antisipatif guna memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan. Salah satunya melalui penerapan pembelajaran dari rumah saat kondisi cuaca tidak memungkinkan penyeberangan laut.
“Contoh di Impul kemarin, guru dan siswa tidak bisa menyeberang, sehingga mereka bisa mengajukan belajar dari rumah. Kebijakan kita seperti itu yang kita lakukan selama ini,” papar Tony.
Menurutnya, skema serupa dapat diterapkan di Siantan Utara maupun wilayah kepulauan lainnya, dengan memanfaatkan teknologi digital seperti pembelajaran daring melalui Zoom yang tetap dipandu oleh guru.
Tony menegaskan bahwa Dinas Pendidikan berkomitmen penuh untuk memastikan akses pendidikan yang aman dan layak bagi seluruh siswa di wilayah kepulauan.
“Kalau dinas pendidikan tentunya sangat antusias dan menginginkan akses ke sekolah menjadi tujuan kami, bahwa akses anak sekolah dalam hal apa saja itu harus terjamin,” tegasnya.
Ia berharap, selain perbaikan infrastruktur pelabuhan, dukungan dari pemerintah pusat melalui program rehabilitasi sekolah maupun bantuan transportasi pendidikan dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, proses belajar mengajar di Kabupaten Kepulauan Anambas tetap berjalan optimal meskipun dihadapkan pada tantangan geografis dan cuaca ekstrem. (Reza)













