Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

Daerah

Pesan WA Picu Kisruh, LAM Kepri Pertemukan Nazaruddin dan Sas Jhoni untuk Islah

badge-check


					Momen islah di Gedung LAM Kepri ketika kedua pihak saling berjabat tangan sebagai tanda damai dan komitmen memperkuat silaturahmi, Selasa(18/11). Perbesar

Momen islah di Gedung LAM Kepri ketika kedua pihak saling berjabat tangan sebagai tanda damai dan komitmen memperkuat silaturahmi, Selasa(18/11).

Tanjungpinang — Islah antara Nazaruddin dan Sas Jhoni akhirnya digelar di Gedung LAM Kepri, Selasa (18/11/2025). Upaya damai ini dilakukan setelah beberapa waktu lalu beredar pesan WhatsApp bernada provokatif yang diduga ditulis Nazaruddin dalam grup internal LAM Kepri. Pesan tersebut sempat menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat Melayu hingga lembaga adat memutuskan mempertemukan keduanya untuk meredakan persoalan secara damai.

Isi pesan yang beredar itu sebagai berikut:

“Hulu balang siapkan

pasukan… kite lawan sasjoni tu… sekali kite buat berdarah-darah diktr

lam tu… cincau naa”

Dalam pertemuan islah tersebut, Ketua Umum LAM Kepri, H. Raja Alhafiz Raja Ismail, menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi dan persatuan. Ia mengatakan, “Saya selaku ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri menyampaikan terimakasih atas kehadiran kita semua, untuk bersilaturahmi,” ucapnya.

Ia melanjutkan, “Saya mengharapkan mari kita bersama-sama membangun provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini dalam keadaan sebaik-baiknya dan jangan sampai di antara kita berpecah belah,” sambil mengajak seluruh masyarakat Melayu untuk tetap bersatu.

“Marilah kita bergandeng tangan dan saling membantu terhadap apapun masalah yang ada,” ujar Alhafiz.

Ia juga menegaskan, “Kita juga (LAM Kepri) selalu terbuka terhadap kegiatan apapun, silahkan datang dan bersilaturahmi,” tegasnya.

Nazaruddin, yang disebut sebagai penulis pesan, menyampaikan klarifikasi serta permintaan maaf di hadapan forum. Ia menjelaskan, “Saya menyampaikan berdarah-darah bukan untuk berkelahi melainkan memotivasi agar menerima adanya masukan dan kritikan dari masyarakat melayu Provinsi Kepri, tujuan saya hanya bergurau saja,” ucapnya.

Sambungnya, “Saya Nazaruddin mohon maaf kepada Sas Jhoni dan teman-teman lainnya yang merasa tersinggung dengan pernyataan itu, percayalah pernyataan itu bukan saya untuk beradu fisik tetapi untuk masukan demi kemajuan hulu balang ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, “Ini jadi pembelajaran besar bagi saya, untuk di medsos itu harus lebih hati-hati,” tambahnya.

Dirinya juga menyatakan kesediaannya menerima risiko apa pun.

“Saya juga siap menerima sanksi dari LAM Kepri apapun bentuknya, bahkan dipecat pun saya sudah siap,” ujarnya.

Sas Jhoni merespons positif penyelenggaraan islah tersebut. Ia mengatakan, “Saya secara pribadi sudah memaafkan dan saya juga masih butuh tunjuk ajar bukan semata-mata saya ada rasa tidak suka kepada LAM Kepri. Melainkan saya ingin memberikan masukan dan kritikan demi kemajuan LAM Kepri,” katanya.

Ia menegaskan komitmennya terhadap identitas Melayu. “Saya juga orang melayu, jika ada suatu permasalahan yang menyinggung melayu saya orang paling terdepan,” ucapnya.

Ketua LAM Kepri, Raja Alhafiz, memastikan persoalan tersebut kini telah selesai dan hanya merupakan kesalahpahaman yang sudah diluruskan. Ia juga menyampaikan rencana memperkuat konsolidasi organisasi-organisasi Melayu agar semakin solid di Kepri. Menurutnya, berbagai terobosan akan dilakukan agar masyarakat Melayu dapat semakin tegak dan bersatu di Bumi Segantang Lada.

Sas Jhoni, yang juga Ketua GAMNR Tanjungpinang, berharap LAM Kepri dapat menjadi payung bagi seluruh anak Melayu, baik yang berada di dalam maupun di luar struktur lembaga. Harapan ini diamini oleh Raja Alhafiz yang menegaskan bahwa LAM Kepri akan terus bekerja memperkuat persatuan dan meningkatkan kemajuan masyarakat Melayu di Kepulauan Riau. (Reza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hibah Rp7,7 Miliar ke APH di Tanjungpinang Tuai Sorotan, GAMNR Minta Ditunda

12 Maret 2026 - 18:45

Kades Candi Anggarkan Rp137 Juta Dana Desa untuk Tekan Stunting

11 Maret 2026 - 23:33

Kepala Desa Candi Pastikan Penyaluran BLT-DD 2026 Tepat Sasaran

11 Maret 2026 - 23:30

Ketua DPRD Anambas: Ramadan Momentum Perkuat Silaturahmi dan Pelayanan Publik

11 Maret 2026 - 23:16

BKMT Kota Tanjungpinang Gelar Khatmil Qur’an dan Santunan Dhuafa di Masjid Agung Al-Hikmah

11 Maret 2026 - 15:08

Trending di Daerah