Anambas – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Kabupaten Kepulauan Anambas, Archan Iskandar, menyebutkan omzet
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar selama tiga hari terakhir mencapai kurang lebih Rp100 juta.
Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (27/2/2026).
“Omzet ini yang dapat lebih kurang Rp100 juta selama tiga hari. Beras SPHP, telur yang lima ratus papan itu habis. Kalau beras sekitar dua ton habis, yang sisa itu cuma bawang. Tapi Alhamdulillah antusias masyarakat sangat tinggi,” ujarnya.
Untuk kegiatan selanjutnya, DP3 akan kembali menggelar GPM berkolaborasi dengan Disperindag pada 28 Februari 2026 di Kecamatan Jemaja Timur, tepatnya di Desa Kuala Maras, Kelurahan Letung, bertempat di BPMJ. Kuantitas distribusi untuk wilayah Jemaja disebut lebih besar mengingat cakupan Jemaja Timur dan Jemaja Barat.
Dalam kolaborasi tersebut, DP3 menangani distribusi beras dan bawang. Beras yang dikirim terdiri dari beras SPHP sekitar 1,5 ton ditambah beras dari Bumdes Bukit Padi sekitar 1,5 ton, dengan total lebih kurang dua ton. Sementara bawang putih dan bawang merah yang dikirim sekitar 200 kilogram. Sedangkan tepung, gula, dan minyak goreng ditangani oleh Disperindag.
Terkait Kecamatan Palmatak, Archan mengatakan pihaknya juga akan mencoba menggerakkan GPM di wilayah tersebut dengan mempertimbangkan kondisi harga yang relatif lebih rendah akibat faktor tol laut.
Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, DP3 memastikan pasokan bahan pokok seperti cabai dan telur tetap aman. Pihaknya telah berkoordinasi dengan distributor agar stok tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pengawasan harga juga terus dilakukan melalui tim enumerator yang rutin melakukan survei pasar. Jika ditemukan lonjakan harga yang signifikan, DP3 akan memberikan teguran kepada distributor.
“Kalau ada harga telur atau harga pokok lain yang melonjak terlalu signifikan, kami akan tegur distributor. Ada harga standar yang ditetapkan,” tegasnya.
Ia mencontohkan, sebelumnya terdapat laporan harga minyak goreng di Palmatak dijual di atas Rp16 ribu. Setelah dilakukan pengecekan oleh tim enumerator, pihaknya langsung memberikan teguran guna menjaga stabilitas harga.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan 1447 H hingga menjelang Idul Fitri. (Azm)













