Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

Daerah

12 BTS di Anambas Sudah Aktif, Komdigi Dorong Peningkatan Kapasitas Jaringan di Wilayah Perbatasan

badge-check


					Ilustrasi: Upaya peningkatan kapasitas jaringan BTS di wilayah perbatasan Kepulauan Anambas. Kamis(23/10). Perbesar

Ilustrasi: Upaya peningkatan kapasitas jaringan BTS di wilayah perbatasan Kepulauan Anambas. Kamis(23/10).

Anambas – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Dinas Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) terus mendorong peningkatan kualitas layanan jaringan komunikasi di wilayah perbatasan. Dari total 29 titik Base Transceiver Station (BTS) yang dibangun melalui program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Komdigi, sebanyak 12 lokasi telah beroperasi dan memberikan layanan sinyal kepada masyarakat, meski kapasitasnya masih terbatas.

Kepala Dinas Komdigi Kabupaten Kepulauan Anambas, Jeprizal, S.Kom., M.A., mengatakan keberadaan 12 BTS tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah terpencil, terluar, dan perbatasan. Namun, keterbatasan kapasitas jaringan menjadi tantangan utama yang kini sedang diupayakan peningkatannya.

“Dari 29 titik BTS di Kabupaten Kepulauan Anambas, baru 12 yang sudah berfungsi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Layanan sinyal yang tersedia saat ini menggunakan jaringan XL, dengan kapasitas yang masih minim karena berbasis satelit, sehingga belum maksimal untuk memenuhi kebutuhan aksesibilitas masyarakat,” ujar Jeprizal saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/10/2025).

Menurutnya, koordinasi terus dilakukan antara Dinas Komdigi Anambas dan pihak Kementerian Komdigi melalui Bakti Komdigi guna memperkuat daya jangkau dan kapasitas BTS di wilayah tersebut. Pemerintah daerah, kata Jeprizal, aktif mengawal proses peningkatan kapasitas jaringan agar segera dapat dirasakan masyarakat.

“Kami terus melakukan konsultasi dan koordinasi untuk memastikan peningkatan kapasitas ini bisa berjalan. Alhamdulillah, dari hasil komunikasi, kapasitas BTS perbatasan yang menggunakan sinyal XL akan ditambah antara dua hingga enam mega,” jelasnya.

Meskipun peningkatan kapasitas ini belum dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan akses internet yang kuat, langkah tersebut dinilai sebagai progres positif menuju pemerataan akses digital di daerah 3T. Penambahan kapasitas ini juga menjadi bukti bahwa program Bakti Komdigi tetap berjalan dan mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

“Upaya pemerintah daerah untuk menambah kekuatan sinyal melalui program YUSO Bakti Komdigi ini sudah diakomodir oleh Kementerian Komdigi. Penambahan kapasitas 2 sampai 6 mega ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan di wilayah perbatasan,” tambah Jeprizal.

Jeprizal merinci, 12 titik BTS yang telah beroperasi dengan sinyal XL tersebar di beberapa desa, antara lain Desa Bayat, Desa Munjan, Desa Mengkait, Desa Telaga Kecil, Desa Ulu Maras, Desa Genting Kulur, Desa Keramut, Desa Sungga, Desa Landak, Desa Liuk, Desa Tarempa Barat Daya, dan Desa Rewak.

Untuk memastikan peningkatan kapasitas jaringan berjalan efektif, pihak penyedia layanan PT iForte Solusi Infotek sebagai mitra Bakti Komdigi akan melakukan kunjungan fisik ke seluruh lokasi BTS. Kunjungan tersebut telah dimulai sejak 20 Oktober 2025 dan dijadwalkan berlangsung hingga 6 November 2025, dengan penyesuaian terhadap kondisi cuaca di lapangan.

“Tim teknis dari iForte sudah dijadwalkan turun langsung ke setiap site mulai 20 Oktober hingga 6 November. Namun, pelaksanaan di lapangan tentu sangat bergantung pada kondisi cuaca, mengingat sebagian besar lokasi berada di pulau-pulau kecil dan daerah pesisir,” tutur Jeprizal.

Ia menambahkan, intensitas hujan yang cukup tinggi di beberapa titik di Kepulauan Anambas menjadi salah satu tantangan dalam proses upgrade kapasitas jaringan. Namun, pihaknya tetap optimistis kegiatan tersebut dapat berjalan sesuai rencana.

“Cuaca memang sering menjadi kendala utama di wilayah kepulauan. Tapi kita berharap, hujan dan gelombang tidak menghambat akses dan proses peningkatan kapasitas yang sudah direncanakan,” ucapnya.

Program BTS perbatasan atau yang dikenal dengan BTS YUSO Bakti Komdigi merupakan salah satu inisiatif nasional untuk memperluas jangkauan telekomunikasi di wilayah terluar Indonesia. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan setiap warga negara, termasuk di daerah terpencil seperti Kepulauan Anambas, dapat menikmati akses komunikasi dan informasi yang memadai.

Dengan adanya penambahan kapasitas BTS dan dukungan pemerintah daerah, Dinas Komdigi berharap akses digital di wilayah perbatasan Anambas semakin inklusif dan mampu mempercepat transformasi digital di sektor pelayanan publik, pendidikan, serta ekonomi masyarakat lokal. (Azmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Soal DBH Migas, Pemkab Anambas Datangi Ditjen Migas ESDM

23 Januari 2026 - 21:13

Kasus Penganiayaan di Tarempa Barat Diselesaikan Damai, Polisi Kedepankan Restorative Justice

23 Januari 2026 - 09:42

Penanganan Limbah B3 di Batu Ampar, Bea Cukai Batam Mulai Reekspor Bertahap

23 Januari 2026 - 09:36

Perjuangkan Keadilan Fiskal, Bupati Anambas Audiensi dengan DJPK Kementerian Keuangan RI

22 Januari 2026 - 19:52

Kajati Kepri Resmi Lantik Asisten Pemulihan Aset Baru

22 Januari 2026 - 18:08

Trending di Daerah