Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

Internasional

Berbeda Soal Partai Politik, Pria Pakistan Bunuh Anaknya

badge-check


					Ilustrasi bendera Pakistan (dok. Getty Images/iStockphoto/Nomi2626)

Perbesar

Ilustrasi bendera Pakistan (dok. Getty Images/iStockphoto/Nomi2626)

Gennews.id — Berselisih paham soal bendera partai politik, Seorang pria di Pakistan tega membunuh putranya sendiri. Pasangan ayah dan anak itu dilaporkan mendukung parpol yang berbeda dalam pemilu Pakistan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (23/1/2024), pertengkaran terjadi sang anak laki-laki, yang baru pulang dari bekerja di Qatar, mengibarkan bendera partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) yang merupakan parpol mantan Perdana Menteri (PM) Imran Khan.

Lanjut, bendera PTI itu dikibarkan sang anak di rumah keluarganya yang ada di pinggiran Peshawar, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

“Sang ayah melarang anaknya mengibarkan bendera PTI di rumah, namun sang anak menolak untuk menurunkan bendera itu dan meninggalkan PTI,” tutur pejabat kepolisian distrik setempat, Naseer Farid.

“Pertengkaran itu semakin parah, dan karena marah, sang ayah menembakkan pistol ke arah putranya yang berusia 31 tahun, sebelum melarikan diri dari rumah,” sebut Farid.

Sehingga sang anak laki-laki itu dilarikan ke rumah sakit setempat, namun dia meninggal dalam perjalanan.

Kemudian kepolisian setempat sedang memburu sang ayah yang masih buron. Disebutkan bahwa sang ayah berafiliasi dengan Partai Nasional Awami yang beraliran nasionalis dan sebelumnya pernah mengibarkan bendera parpol tersebut.

Pemilu Pakistan dijadwalkan digelar pada 8 Februari mendatang.

Pemilu di negara tersebut kerap diwarnai kekerasan, di mana para kandidat menjadi sasaran pengeboman dan serangan bersenjata oleh kelompok-kelompok radikal.

Komandan militer Pakistan, Moazzam Jah Ansari, menuturkan kepada AFP bahwa pada pekan pertama bulan Februari nanti, sebanyak 5.000 personel pasukan paramiliter Frontier Constabulary (FC) akan dikerahkan ke Provinsi Khyber Pakhtunkhwa sebelah barat laut negara itu yang berbatasan dengan Afghanistan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pengakuan Internasional: Menko AHY Terima Nanyang Distinguished Alumni Award 2025

22 November 2025 - 15:32

Kemenag Matangkan Persiapan Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional Pertama di Wajo

6 September 2025 - 21:20

Indonesia Borong 28 Medali di WorldSkills ASEAN 2025, Siap Jadi Tuan Rumah 2027

31 Agustus 2025 - 22:32

Chico Lorenzo Sebut Marc Marquez Masih Memiliki Kelemahan

8 Februari 2024 - 00:33

Penjelasan IMF Soal Ekonomi Tahun 2024

30 Januari 2024 - 22:28

Trending di Bisnis