Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

Daerah

Prof. Indra Putra: Polisi Bukan Sekadar Aparat, tapi Saudara dan Tempat Curhat

badge-check


					Akademisi Kota Tanjungpinang sekaligus Dosen UMRAH, Prof. Dr. Indra Putra Almanar, M.Sc., Ph.D., saat memberikan testimoni mengenai peran polisi dalam masyarakat, Kamis (18/9). Perbesar

Akademisi Kota Tanjungpinang sekaligus Dosen UMRAH, Prof. Dr. Indra Putra Almanar, M.Sc., Ph.D., saat memberikan testimoni mengenai peran polisi dalam masyarakat, Kamis (18/9).

Tanjungpinang — Polisi sering kali dipandang hanya sebagai aparat berseragam: tegak di jalan raya, mengatur lalu lintas, atau hadir ketika terjadi perkara hukum. Namun, menurut Prof. Dr. Indra Putra Almanar, M.Sc., Ph.D., akademisi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), gambaran itu terlalu sempit.

Bagi Indra, polisi bukanlah sosok yang berdiri jauh dari rakyat. Ia menyebut polisi seharusnya menjadi bagian dari keluarga besar bangsa ini, yang keberadaannya tidak hanya terasa ketika ada pelanggaran hukum, tapi juga saat masyarakat membutuhkan telinga yang mau mendengar.

“Polisi adalah anggota keluarga kita semua yang mengabdikan diri untuk menciptakan ketentraman. Mereka ada di hati masyarakat,” ujar Indra dalam sebuah testimoni di Tanjungpinang, Kamis (18/9/2025) siang.

Polisi sebagai Tempat Curhat

Menurut Indra, salah satu fungsi yang jarang disorot adalah posisi polisi sebagai tempat masyarakat menyampaikan keresahan. Tak sedikit warga yang datang ke kantor polisi bukan sekadar untuk melapor, melainkan untuk berbicara, bercerita, bahkan mencurahkan isi hati.

“Polisi juga tempat curhat masyarakat. Karena itu mereka harus memperkuat literasi, banyak membaca, banyak menulis, agar punya pandangan yang luas,” katanya.

Literasi, dalam pandangan Indra, bukan sekadar kemampuan teknis. Ia merupakan pintu masuk menuju keluasan wawasan, empati, dan kebijaksanaan hal-hal yang esensial ketika polisi berhadapan dengan masyarakat yang beragam latar belakang.

Kontribusi bagi Bangsa

Lebih jauh, Indra menekankan bahwa polisi memiliki potensi besar untuk ikut menentukan arah kemajuan bangsa. Dengan jumlah personel yang besar, tersebar hingga ke pelosok, serta bersentuhan langsung dengan masyarakat sehari-hari, polisi bisa menjadi motor perubahan sosial.

Namun, untuk sampai ke sana, dibutuhkan kesadaran yang tulus.

“Dengan hati yang lapang dan kesadaran yang tulus, polisi hadir sebagai saudara kita,” kata Indra.

Menurutnya, polisi harus memosisikan diri bukan sebagai aparat yang berjarak, tetapi sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri.

Literasi di Atas Rata-Rata

Satu hal yang ditekankan Indra adalah keunggulan pengetahuan. Ia berharap polisi memiliki literasi dan pengetahuan di atas rata-rata masyarakat. Dengan begitu, polisi bisa benar-benar menjadi pengayom, tempat bertanya, dan tempat mengadu.

“Kalau literasi dan pengetahuan polisi hanya sama dengan masyarakat, bagaimana mereka bisa memberi jawaban yang mencerahkan? Karena itu, polisi harus lebih siap, lebih cerdas, dan lebih terbuka,” ujarnya.

Harapan Baru

Testimoni ini menjadi pengingat di tengah kritik publik yang kerap diarahkan kepada kepolisian. Indra ingin menegaskan bahwa di balik seragam, polisi tetaplah manusia biasa, saudara, dan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Harapan agar polisi tampil lebih humanis, lebih terdidik, dan lebih dekat dengan rakyat adalah jalan panjang yang tak mudah, tetapi bukan mustahil.

Indra percaya, bila polisi mampu membuka diri, memperkaya literasi, dan mengasah hati, maka mereka tidak hanya akan dihormati sebagai penegak hukum, tetapi juga dicintai sebagai sahabat masyarakat.(Reza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Soal DBH Migas, Pemkab Anambas Datangi Ditjen Migas ESDM

23 Januari 2026 - 21:13

Kasus Penganiayaan di Tarempa Barat Diselesaikan Damai, Polisi Kedepankan Restorative Justice

23 Januari 2026 - 09:42

Penanganan Limbah B3 di Batu Ampar, Bea Cukai Batam Mulai Reekspor Bertahap

23 Januari 2026 - 09:36

Perjuangkan Keadilan Fiskal, Bupati Anambas Audiensi dengan DJPK Kementerian Keuangan RI

22 Januari 2026 - 19:52

Kajati Kepri Resmi Lantik Asisten Pemulihan Aset Baru

22 Januari 2026 - 18:08

Trending di Daerah