Anambas — Bawaslu Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu” pada 20–21 September 2025 di Aula Hotel Tarempa Beach. Agenda ini menjadi salah satu upaya mempertegas peran Bawaslu dalam mengawal integritas demokrasi di daerah kepulauan yang rentan dengan berbagai tantangan penyelenggaraan pemilu.
Acara dibuka dengan laporan panitia yang disampaikan Koordinator Sekretariat Bawaslu Anambas, Lindawati. Ia menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga dalam mengawal proses demokrasi.
“Bawaslu diharapkan tidak hanya hadir sebagai pengawas, tetapi juga sebagai lembaga modern yang terbuka bagi kepentingan publik,” ujarnya.
Sejumlah pejabat daerah hadir, mulai dari perwakilan Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu Febri Gunadian, Ketua DPRD, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, hingga perwakilan KPU dan Kesbangpol. Hadir pula narasumber dari KPU Anambas, Fadillah, serta Hery Fachrizal dari Kesbangpol.
Ketua Bawaslu Anambas, Jufri Budi, menegaskan bahwa kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengawas pemilu agar semakin profesional dan independen.
“Dinamika pemilu ke depan kian kompleks. Kami ingin memastikan pengawasan berlangsung responsif dan adaptif,” katanya, Sabtu (20/9/2025).
Selama dua hari, peserta yang berasal dari organisasi masyarakat, pemuda, tokoh agama, hingga media massa akan membahas berbagai strategi pengawasan partisipatif. Diskusi difokuskan pada perluasan jejaring kerja sama antara pengawas pemilu, akademisi, dan masyarakat sipil, agar terbentuk ekosistem pengawasan yang lebih inklusif.
Kegiatan ini didanai melalui DIPA APBN Bawaslu Anambas Tahun Anggaran 2025. Dengan forum semacam ini, Bawaslu berharap dapat memantik kesadaran kolektif untuk mengawal proses pemilu yang lebih transparan, berkeadilan, dan berintegritas. (Azmi)













