Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

Daerah

Karimun Jadi Rebutan: Duet Benny dan Eka yazmi Incar Pusat Industri Maritim Regional

badge-check


					Pemilik Blue Steel, Benny (kedua dari kiri), bersama Eka, pemilik Syifa Petco International (kedua dari kanan), saat bertemu dengan Bupati Karimun di ruang kerjanya, Kamis, (2/10/2025). Pertemuan tersebut membahas rencana investasi di sektor industri dan maritim di Kabupaten Karimun. Perbesar

Pemilik Blue Steel, Benny (kedua dari kiri), bersama Eka, pemilik Syifa Petco International (kedua dari kanan), saat bertemu dengan Bupati Karimun di ruang kerjanya, Kamis, (2/10/2025). Pertemuan tersebut membahas rencana investasi di sektor industri dan maritim di Kabupaten Karimun.

Karimun – Setelah menggelontorkan Rp3,5 triliun di Batam, PT. Blue Steel Industries saat ini bersiap memperluas langkah ke Kabupaten Karimun. Kali ini, sang pemilik, Benny Lau, tidak datang sendiri. Ia hadir bersama Eka Yazmi, pemilik Syifa Petco International, dan Alexander Wijaya, Direktur PT. Blue Ocean Shipping untuk menegaskan komitmen investasi bersama di sektor industri dan maritim.

Pertemuan ketiganya dengan Bupati Karimun, Badan Usaha Pelabuhan (BUP), dan Badan Pengusahaan (BP) Karimun, Kamis, 2 Oktober 2025, menjadi penanda awal.

“Karimun punya posisi geografis yang strategis. Terdepan dengan negara tetangga, dan komunikasi dengan pemerintah daerah di sini terasa mudah,” kata Benny.

Eka yazmi, yang dikenal membangun jejaring bisnis di bidang energi dan logistik maritim, menyebut Karimun sebagai kawasan potensial yang belum tergarap maksimal.

“Kami ingin membawa sinergi investasi yang bukan hanya mengejar profit, tapi juga menumbuhkan industri lokal dan membuka ruang kerja baru,” ujarnya.

Sementara itu, Alexander Wijaya menambahkan,”Kami melihat potensi yang besar untuk mengembangkan shipyard kami yang sudah operasional di Batam”.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun merespons cepat. Mereka menjanjikan tindak lanjut administrasi, sekaligus membuka peluang bagi hadirnya investasi yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Masuknya Benny Lau, Eka yazmi, dan Alexander Wijaya lewat Blue Steel Industries, Syifa Petco International dan Blue Ocean Shipping dipandang lebih dari sekadar ekspansi bisnis. Dengan modal besar dan pengalaman di Batam, keduanya bisa mengubah wajah Karimun sebagai pintu gerbang maritim di perbatasan. (Reza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Soal DBH Migas, Pemkab Anambas Datangi Ditjen Migas ESDM

23 Januari 2026 - 21:13

Kasus Penganiayaan di Tarempa Barat Diselesaikan Damai, Polisi Kedepankan Restorative Justice

23 Januari 2026 - 09:42

Penanganan Limbah B3 di Batu Ampar, Bea Cukai Batam Mulai Reekspor Bertahap

23 Januari 2026 - 09:36

Perjuangkan Keadilan Fiskal, Bupati Anambas Audiensi dengan DJPK Kementerian Keuangan RI

22 Januari 2026 - 19:52

Kajati Kepri Resmi Lantik Asisten Pemulihan Aset Baru

22 Januari 2026 - 18:08

Trending di Daerah