Menu

Mode Gelap
Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi

Daerah

Karimun Jadi Rebutan: Duet Benny dan Eka yazmi Incar Pusat Industri Maritim Regional

badge-check


					Pemilik Blue Steel, Benny (kedua dari kiri), bersama Eka, pemilik Syifa Petco International (kedua dari kanan), saat bertemu dengan Bupati Karimun di ruang kerjanya, Kamis, (2/10/2025). Pertemuan tersebut membahas rencana investasi di sektor industri dan maritim di Kabupaten Karimun. Perbesar

Pemilik Blue Steel, Benny (kedua dari kiri), bersama Eka, pemilik Syifa Petco International (kedua dari kanan), saat bertemu dengan Bupati Karimun di ruang kerjanya, Kamis, (2/10/2025). Pertemuan tersebut membahas rencana investasi di sektor industri dan maritim di Kabupaten Karimun.

Karimun – Setelah menggelontorkan Rp3,5 triliun di Batam, PT. Blue Steel Industries saat ini bersiap memperluas langkah ke Kabupaten Karimun. Kali ini, sang pemilik, Benny Lau, tidak datang sendiri. Ia hadir bersama Eka Yazmi, pemilik Syifa Petco International, dan Alexander Wijaya, Direktur PT. Blue Ocean Shipping untuk menegaskan komitmen investasi bersama di sektor industri dan maritim.

Pertemuan ketiganya dengan Bupati Karimun, Badan Usaha Pelabuhan (BUP), dan Badan Pengusahaan (BP) Karimun, Kamis, 2 Oktober 2025, menjadi penanda awal.

“Karimun punya posisi geografis yang strategis. Terdepan dengan negara tetangga, dan komunikasi dengan pemerintah daerah di sini terasa mudah,” kata Benny.

Eka yazmi, yang dikenal membangun jejaring bisnis di bidang energi dan logistik maritim, menyebut Karimun sebagai kawasan potensial yang belum tergarap maksimal.

“Kami ingin membawa sinergi investasi yang bukan hanya mengejar profit, tapi juga menumbuhkan industri lokal dan membuka ruang kerja baru,” ujarnya.

Sementara itu, Alexander Wijaya menambahkan,”Kami melihat potensi yang besar untuk mengembangkan shipyard kami yang sudah operasional di Batam”.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun merespons cepat. Mereka menjanjikan tindak lanjut administrasi, sekaligus membuka peluang bagi hadirnya investasi yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Masuknya Benny Lau, Eka yazmi, dan Alexander Wijaya lewat Blue Steel Industries, Syifa Petco International dan Blue Ocean Shipping dipandang lebih dari sekadar ekspansi bisnis. Dengan modal besar dan pengalaman di Batam, keduanya bisa mengubah wajah Karimun sebagai pintu gerbang maritim di perbatasan. (Reza)

Baca Lainnya

Wabup Anambas Terima Audiensi Anambas Foundation Bahas Pengelolaan Ekosistem Hulu-Hilir

11 September 2026 - 12:04

BLT DD Desa Liuk Disalurkan, Camat Ingatkan Warga Gunakan Bantuan dengan Bijak

10 September 2026 - 15:58

HUT Karang Taruna Sinar Siantan ke-20, Camat Siantan Tengah: Jadikan Olahraga Perekat Persaudaraan

6 September 2026 - 16:03

Dua Pejabat Baru Dilantik di Kejari Kepulauan Anambas

4 September 2026 - 09:26

Kejati Kepri Pelajari Laporan GAMNR soal Belanja Hotel dan Publikasi DKUKM

3 September 2026 - 11:51

Trending di Daerah