Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

Daerah

Diduga Anggota Timsus Gubernur Kepri Terlibat Perdebatan Kasar di Grup WhatsApp

badge-check


					Ilustrasi gambar perdebatan bernada keras di salah satu grup WhatsApp, Sabtu(4/10). Perbesar

Ilustrasi gambar perdebatan bernada keras di salah satu grup WhatsApp, Sabtu(4/10).

Tanjungpinang — Seorang yang disebut sebagai anggota Tim Khusus (Timsus) Gubernur Kepulauan Riau diduga terlibat dalam perdebatan bernada keras di salah satu grup WhatsApp, Sabtu (4/10/2025).

Dari informasi yang beredar di kalangan terbatas, percakapan itu terekam dalam pesan suara yang memperdengarkan nada kemarahan dan ucapan kasar terhadap seseorang di dalam grup tersebut.

Dalam potongan pesan suara yang diduga berasal dari oknum tersebut, terdengar ucapan:

“Kau memang manusia tidak tau diri, aku ambil kau itu, kau itu dibuang dari Partai lain, aku pikir kau ni orang baik, memang manusia pantek la kau ini.”

Kata bernada kasar itu disebutkan berulang kali dengan nada tinggi. Beberapa anggota grup menilai ucapan itu terkesan mengandung unsur penghinaan dan menyerang pribadi seseorang secara terbuka.

Salah satu anggota grup yang enggan disebutkan namanya menyayangkan cara komunikasi tersebut.

“Kami tidak menyangka perdebatan di grup bisa sampai seperti itu. Seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih santun,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi maupun klarifikasi dari pihak yang disebut-sebut sebagai anggota Timsus Gubernur Kepri terkait peristiwa itu.

Sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan daerah, pejabat publik diharapkan tetap menjaga etika dan bahasa dalam komunikasi, baik di ruang publik maupun di media sosial, agar menjadi teladan bagi masyarakat. (Ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Soal DBH Migas, Pemkab Anambas Datangi Ditjen Migas ESDM

23 Januari 2026 - 21:13

Kasus Penganiayaan di Tarempa Barat Diselesaikan Damai, Polisi Kedepankan Restorative Justice

23 Januari 2026 - 09:42

Penanganan Limbah B3 di Batu Ampar, Bea Cukai Batam Mulai Reekspor Bertahap

23 Januari 2026 - 09:36

Perjuangkan Keadilan Fiskal, Bupati Anambas Audiensi dengan DJPK Kementerian Keuangan RI

22 Januari 2026 - 19:52

Kajati Kepri Resmi Lantik Asisten Pemulihan Aset Baru

22 Januari 2026 - 18:08

Trending di Daerah