Anambas – Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Raja Bayu G, meresmikan Bank Sampah Desa Kuala Maras, Rabu (22/10/2025). Inisiatif yang digagas oleh Yayasan Anambas ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pengelolaan sampah yang bijak dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Program ini tidak sekadar tempat menabung sampah, tetapi juga menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga sosial dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Acara peresmian diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa, disusul sambutan dari berbagai pihak yang hadir. Turut hadir Kadis Disdikpora Anambas, Kadis Perhubungan dan Lingkungan Hidup, Kadis Bappeda, Kepala Desa Kuala Maras, Kepala Desa Landak, perwakilan LKPPN Pekanbaru, Plt. Camat Jemaja Timur, serta jajaran Pos Satpol PP Jemaja.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati, Raja Bayu Guardian menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah yang diinisiasi Yayasan Anambas.
“Bank Sampah ini bukan hanya simbol, tetapi semangat untuk membangun bersama. Kami bangga dengan peran pemuda-pemuda Anambas yang menjadi pelopor gerakan ini. Pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan Yayasan Anambas dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di seluruh wilayah yang ada di Anambas,” ujar Raja Bayu.
Ia juga berharap agar ke depan Bank Sampah tak hanya menjadi tempat pengelolaan sampah, tapi juga ruang edukasi bagi anak-anak sekolah agar mencintai lingkungan sejak dini.
“Kita semua punya tanggung jawab yang sama. Kebersihan dan keindahan Anambas hanya bisa terwujud jika kita bergerak bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Anambas, Devina Mariskova, menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Daerah, Camat Jemaja Timur, dan Kepala Desa Kuala Maras.
“Banyak sampah yang bisa kita ubah menjadi karya melalui proses daur ulang. Semua pengelola dan pekerja di sini adalah putra-putri Anambas, terutama masyarakat Kuala Maras. Ini bukti bahwa masyarakat kita mampu berbuat untuk lingkungannya,” ungkapnya.
Devina juga memperkenalkan program upcycling, yaitu kegiatan mengubah barang bekas menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi. Program ini tumbuh dari tantangan nyata pengelolaan sampah di lapangan, dan kini menjadi bagian dari pembangunan ekonomi hijau di wilayah kepulauan.
Saat ini, di Kecamatan Jemaja telah berdiri dua Bank Sampah permanen di Desa Kuala Maras dan Desa Landak. Secara keseluruhan, Kabupaten Kepulauan Anambas kini memiliki 29 Bank Sampah aktif di tingkat desa.
Capaian tersebut menunjukkan semangat bersama masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi berbasis daur ulang. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Yayasan Anambas, dan masyarakat, gerakan Bank Sampah diharapkan terus tumbuh menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang membawa perubahan nyata bagi kebersihan dan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Anambas. (Azmi)













