Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

Daerah

Kades Marok Kecil Minta Pemkab Lingga Segera Perbaiki Jembatan Penghubung yang Rusak Parah

badge-check


					Kondisi jembatan penghubung yang rusak parah antara Desa Marok Kecil dan Desa Resang. Jembatan kayu yang menjadi akses utama warga dan anak-anak sekolah ini tampak rapuh, berlubang, dan miring, sehingga membahayakan keselamatan pengguna, terutama saat hujan deras, Kamis(4/12). Sumber Foto: Istimewa. Perbesar

Kondisi jembatan penghubung yang rusak parah antara Desa Marok Kecil dan Desa Resang. Jembatan kayu yang menjadi akses utama warga dan anak-anak sekolah ini tampak rapuh, berlubang, dan miring, sehingga membahayakan keselamatan pengguna, terutama saat hujan deras, Kamis(4/12). Sumber Foto: Istimewa.

Lingga — Kondisi jembatan penghubung antara Desa Marok Kecil dan Desa Resang, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, kembali mendapat sorotan setelah Kepala Desa Marok Kecil, Rusdi, menyampaikan keprihatinannya atas kerusakan berat yang terjadi pada akses vital tersebut, Kamis(4/12/2025).

Menurut Rusdi, jembatan penyeberangan yang sehari-hari digunakan warga, termasuk anak-anak sekolah, saat ini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Ia menegaskan bahwa “Jembatan yang sehari-harinya dipergunakan untuk warga dan anak-anak sekolah ini telah mengalami kerusakan serius dengan struktur kayu yang rapuh, papan berlubang dan berapa bagian yang mulai miring,” jelasnya.

Rusdi juga menekankan bahwa ia telah memverifikasi langsung kerusakan yang terjadi. Ia mengatakan, “Rusdi Kepala desa marok kecil telah menyatakan kebenaran jembatan dan kondisi jembatan yang benar-benar memperhatikan dan berharap pemerintah kabupaten Lingga dan provinsi Kepulauan Riau dapat memberi perhatian dan memperbaiki jembatan ini sesegera mungkin minimal melihat kondisi yang benar terjadi dan membahayakan.” katanya.

Masyarakat setempat pun turut menyuarakan kekhawatiran yang sama. Warga berharap pemerintah turun tangan untuk memperbaiki atau membangun jembatan baru yang lebih kokoh demi keselamatan, terutama bagi anak-anak yang setiap hari melintas menuju sekolah.

Lebih lanjut, Rusdi menegaskan pentingnya jembatan tersebut bagi aktivitas pendidikan di wilayahnya. Ia menyampaikan bahwa “jembatan ini merupakan satu-satunya akses yang menuju pusat pendidikan sekolah di desa resang dan setiap hari puluhan anak sekolah terpaksa bertaruh keselamatan mereka demi mendapatkan pendidikan di sekolahan besar, oleh karena itu perbaikan atau pembuatan jembatan baru yang lebih aman sangat mendesak dan tidak boleh diabaikan.” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menunggu insiden terjadi.

“Rusdi kades marok kecil berharap pemerintah kabupaten dan provinsi dapat memperhatikan kondisi jembatan jangan menunggu adanya korban akibat jembatan yang sudah rusak.” imbuhnya.

Kondisi jembatan rusak ini bahkan telah menjadi pembicaraan hangat di antara warga Desa Marok Kecil, Desa Resang, hingga tingkat kabupaten. Harapan agar pemerintah segera bertindak pun semakin kuat.

“Harapan agar segera ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten Lingga dan provinsi Kepulauan Riau,” tegas Rusdi.

Ia menambahkan bahwa risiko semakin tinggi ketika cuaca buruk melanda.

“Apabila hujan deras sangat membahayakan pengguna jembatan penyeberangan desa kecil ke desa resang.” tambahnya.

Masyarakat menunggu respons dan langkah nyata dari pemerintah Kabupaten Lingga maupun pemerintah provinsi demi keselamatan bersama. (Reza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasus Penganiayaan di Tarempa Barat Diselesaikan Damai, Polisi Kedepankan Restorative Justice

23 Januari 2026 - 09:42

Penanganan Limbah B3 di Batu Ampar, Bea Cukai Batam Mulai Reekspor Bertahap

23 Januari 2026 - 09:36

Perjuangkan Keadilan Fiskal, Bupati Anambas Audiensi dengan DJPK Kementerian Keuangan RI

22 Januari 2026 - 19:52

Bupati Aneng Bahas Arah Pembangunan Anambas Bersama Bappenas RI di Jakarta

22 Januari 2026 - 19:47

Kajati Kepri Resmi Lantik Asisten Pemulihan Aset Baru

22 Januari 2026 - 18:08

Trending di Daerah