Anambas – Anambas – Dalam kegiatan tatap muka Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin bersama nelayan, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir, Kamis (14/5/2026).
Sebagai evaluasi, Bupati menyampaikan bahwa sekitar 96 persen masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan nelayan. Ia berharap Kapolda dapat menyampaikan ke pemerintah pusat agar daerah memperoleh manfaat yang lebih dari hasil sumber daya yang dimiliki.
Ia mengungkapkan, hasil perikanan dari Anambas sangat besar dan terus keluar setiap tahunnya, namun belum memberikan dampak signifikan bagi daerah.
Selain itu, Anambas juga dikenal sebagai daerah penghasil minyak. Namun, menurutnya, masyarakat belum sepenuhnya merasakan manfaat dari sektor tersebut, sementara kebutuhan belanja daerah cukup besar.
Bupati menegaskan, dalam pengelolaan anggaran, pemerintah daerah memilih menggunakan angka riil dan tidak berbasis asumsi guna menghindari beban utang di masa mendatang.
“Kalau kami pakai asumsi, maka setiap tahun kami akan berutang. Itu yang tidak kami inginkan karena akan membebani masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah melakukan efisiensi anggaran, termasuk pembatasan alokasi pada masing-masing OPD, sebagai langkah menjaga stabilitas keuangan daerah.
Dalam hal kebutuhan pokok, Bupati mengatakan pemerintah daerah bersama Polres Anambas terus berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman, terutama menghadapi tantangan distribusi di wilayah kepulauan.
“Kami belajar dari tahun sebelumnya, pasokan harus dijaga agar tidak terjadi kelangkaan,” katanya.
Bupati juga menyoroti sektor perikanan, khususnya terkait distribusi hasil tangkapan. Ia menyebut kondisi saat ini mulai membaik dengan bertambahnya sarana angkut, sehingga tercipta persaingan yang berdampak pada harga jual yang lebih baik bagi nelayan.
Ia menambahkan, perhatian Kapolda Kepri terhadap kondisi nelayan Anambas cukup besar. Dalam setiap komunikasi, persoalan nelayan selalu menjadi perhatian.
“Artinya nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas ada di hati Kapolda kita,” ujarnya.
Menurutnya, kunjungan Kapolda ke Anambas menjadi bentuk kepedulian untuk melihat langsung kondisi masyarakat di wilayah perbatasan. (Azmi)













