Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

Daerah

Bupati Aneng Sampaikan Jawaban Fraksi dalam Rapat Paripurna APBD 2026

badge-check


					Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas terkait pembahasan Ranperda APBD 2026 di Ruang Paripurna, Tarempa, Selasa (18/11). Perbesar

Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas terkait pembahasan Ranperda APBD 2026 di Ruang Paripurna, Tarempa, Selasa (18/11).

Anambas — Rapat Paripurna DPRD Kepulauan Anambas berlangsung dinamis saat Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi terhadap Rancangan APBD 2026. Dalam penyampaiannya, Aneng menegaskan bahwa APBD tahun depan disusun dengan pendekatan realistis, efisien, dan berpihak langsung kepada kebutuhan masyarakat.

Aneng mengapresiasi masukan seluruh fraksi dan menyebut bahwa kritik yang disampaikan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan fiskal daerah.

“Setiap pandangan fraksi memberi ruang bagi pemerintah untuk lebih presisi dalam menetapkan prioritas pembangunan,” ujarnya dalam sidang paripurna di Ruang DPRD Anambas, Tarempa.

Tekan Ketergantungan pada Pusat, Dorong PAD

Sejumlah fraksi menyoroti ketergantungan fiskal Anambas yang masih tinggi terhadap dana transfer pusat. Menjawab itu, Aneng menyebutkan bahwa Pemda memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mulai dari digitalisasi pajak–retribusi, pemanfaatan aset daerah secara produktif, hingga mendorong kemitraan dengan pelaku usaha sektor unggulan seperti pariwisata dan perikanan.

Penurunan Dana Bagi Hasil yang mencapai lebih dari Rp79 miliar juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah menyatakan akan melakukan penyesuaian prioritas belanja dan efisiensi tanpa mengurangi kualitas layanan dasar masyarakat.

Belanja Pegawai Naik, Tapi Tetap Dikendalikan

Fraksi juga menyoroti kenaikan belanja pegawai. Aneng menjelaskan bahwa lonjakan anggaran disebabkan penyesuaian gaji ASN–PPPK, namun Pemda memastikan proporsinya tetap dikendalikan melalui penataan SDM dan selektif dalam pemberian tunjangan berbasis kinerja.

Belanja Modal Naik 46%, Fokus Infrastruktur Publik

APBD 2026 mencatat kenaikan signifikan pada belanja modal, terutama pembangunan jalan, jaringan, dan irigasi. Menurut Aneng, pembangunan infrastruktur dasar menjadi kunci mengurangi ketimpangan antarwilayah dan membuka akses ekonomi baru di pulau-pulau.

Ia menegaskan Pemda akan lebih selektif dalam pengadaan kendaraan dinas dan memprioritaskan sarana yang langsung mendukung pelayanan publik, seperti ambulans, fasilitas kesehatan, dan transportasi sekolah.

Bansos Melonjak 327%, Pastikan Tepat Sasaran

Kenaikan anggaran bantuan sosial ikut mendapat sorotan. Aneng memastikan verifikasi penerima dilakukan berlapis melalui DTKS, musyawarah desa, hingga pengecekan lapangan. Ia menegaskan bahwa kenaikan bansos harus berdampak langsung pada pengurangan kemiskinan ekstrem.

Pemerintah memastikan sektor pendidikan, kesehatan, air bersih, dan transportasi antar-pulau tetap berada dalam prioritas utama. Termasuk penanganan krisis air bersih, distribusi tenaga pengajar hingga pulau kecil, dan peningkatan operasional layanan Puskesmas Keliling.

Akan Disesuaikan dengan Kebijakan Transfer Pusat

Di akhir penyampaian, Aneng menegaskan bahwa Pemda dan DPRD akan kembali menyelaraskan APBD 2026 dengan kebijakan final pemerintah pusat agar tidak terjadi defisit berlebih.

“APBD harus mencerminkan kemampuan keuangan daerah secara riil,” tegasnya. (Reza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hibah Rp7,7 Miliar ke APH di Tanjungpinang Tuai Sorotan, GAMNR Minta Ditunda

12 Maret 2026 - 18:45

Kades Candi Anggarkan Rp137 Juta Dana Desa untuk Tekan Stunting

11 Maret 2026 - 23:33

Kepala Desa Candi Pastikan Penyaluran BLT-DD 2026 Tepat Sasaran

11 Maret 2026 - 23:30

Ketua DPRD Anambas: Ramadan Momentum Perkuat Silaturahmi dan Pelayanan Publik

11 Maret 2026 - 23:16

BKMT Kota Tanjungpinang Gelar Khatmil Qur’an dan Santunan Dhuafa di Masjid Agung Al-Hikmah

11 Maret 2026 - 15:08

Trending di Daerah