Menu ✖

Mode Gelap
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ribuan Warga Batam Tumpahkan Kegembiraan Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga

Daerah

Bupati Aneng Sampaikan Jawaban Fraksi dalam Rapat Paripurna APBD 2026

badge-check


					Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas terkait pembahasan Ranperda APBD 2026 di Ruang Paripurna, Tarempa, Selasa (18/11). Perbesar

Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas terkait pembahasan Ranperda APBD 2026 di Ruang Paripurna, Tarempa, Selasa (18/11).

Anambas — Rapat Paripurna DPRD Kepulauan Anambas berlangsung dinamis saat Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi terhadap Rancangan APBD 2026. Dalam penyampaiannya, Aneng menegaskan bahwa APBD tahun depan disusun dengan pendekatan realistis, efisien, dan berpihak langsung kepada kebutuhan masyarakat.

Aneng mengapresiasi masukan seluruh fraksi dan menyebut bahwa kritik yang disampaikan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan fiskal daerah.

“Setiap pandangan fraksi memberi ruang bagi pemerintah untuk lebih presisi dalam menetapkan prioritas pembangunan,” ujarnya dalam sidang paripurna di Ruang DPRD Anambas, Tarempa.

Tekan Ketergantungan pada Pusat, Dorong PAD

Sejumlah fraksi menyoroti ketergantungan fiskal Anambas yang masih tinggi terhadap dana transfer pusat. Menjawab itu, Aneng menyebutkan bahwa Pemda memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mulai dari digitalisasi pajak–retribusi, pemanfaatan aset daerah secara produktif, hingga mendorong kemitraan dengan pelaku usaha sektor unggulan seperti pariwisata dan perikanan.

Penurunan Dana Bagi Hasil yang mencapai lebih dari Rp79 miliar juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah menyatakan akan melakukan penyesuaian prioritas belanja dan efisiensi tanpa mengurangi kualitas layanan dasar masyarakat.

Belanja Pegawai Naik, Tapi Tetap Dikendalikan

Fraksi juga menyoroti kenaikan belanja pegawai. Aneng menjelaskan bahwa lonjakan anggaran disebabkan penyesuaian gaji ASN–PPPK, namun Pemda memastikan proporsinya tetap dikendalikan melalui penataan SDM dan selektif dalam pemberian tunjangan berbasis kinerja.

Belanja Modal Naik 46%, Fokus Infrastruktur Publik

APBD 2026 mencatat kenaikan signifikan pada belanja modal, terutama pembangunan jalan, jaringan, dan irigasi. Menurut Aneng, pembangunan infrastruktur dasar menjadi kunci mengurangi ketimpangan antarwilayah dan membuka akses ekonomi baru di pulau-pulau.

Ia menegaskan Pemda akan lebih selektif dalam pengadaan kendaraan dinas dan memprioritaskan sarana yang langsung mendukung pelayanan publik, seperti ambulans, fasilitas kesehatan, dan transportasi sekolah.

Bansos Melonjak 327%, Pastikan Tepat Sasaran

Kenaikan anggaran bantuan sosial ikut mendapat sorotan. Aneng memastikan verifikasi penerima dilakukan berlapis melalui DTKS, musyawarah desa, hingga pengecekan lapangan. Ia menegaskan bahwa kenaikan bansos harus berdampak langsung pada pengurangan kemiskinan ekstrem.

Pemerintah memastikan sektor pendidikan, kesehatan, air bersih, dan transportasi antar-pulau tetap berada dalam prioritas utama. Termasuk penanganan krisis air bersih, distribusi tenaga pengajar hingga pulau kecil, dan peningkatan operasional layanan Puskesmas Keliling.

Akan Disesuaikan dengan Kebijakan Transfer Pusat

Di akhir penyampaian, Aneng menegaskan bahwa Pemda dan DPRD akan kembali menyelaraskan APBD 2026 dengan kebijakan final pemerintah pusat agar tidak terjadi defisit berlebih.

“APBD harus mencerminkan kemampuan keuangan daerah secara riil,” tegasnya. (Reza)

Baca Lainnya

Sekda Anambas Luncurkan Dashboard SILINA MANJA untuk Perkuat Kinerja OPD

23 Oktober 2026 - 21:54

Bupati Anambas Sampaikan Jawaban Pemerintah atas Pandangan Fraksi soal APBD Anambas 2027

22 Oktober 2026 - 19:43

DPRD Anambas Bahas APBD 2027, Fraksi PKAD Soroti Ketergantungan Dana Pusat

22 Oktober 2026 - 17:36

Pemkab dan DPRD Anambas Bahas Rancangan APBD 2027

21 Oktober 2026 - 21:24

Bupati Aneng Tinjau Kedatangan Mesin PLTD, Upayakan Listrik Anambas Lebih Andal

21 Oktober 2026 - 15:34

Trending di Daerah