Anambas – Pemerintah Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui kegiatan Posyandu yang melibatkan berbagai unsur kesehatan dan masyarakat.
Program tersebut difokuskan pada pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil serta mendorong masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan Posyandu guna memantau tumbuh kembang anak.
Sekretaris Desa Tarempa Selatan, M Rohmat, mengatakan kegiatan tersebut dijalankan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan puskesmas, kader pembangunan manusia (KPM), hingga Tim Penggerak PKK.
“Penekanannya pada kegiatan Posyandu, seperti pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, serta mendorong masyarakat agar rajin datang ke Posyandu,” ujar Rohmat saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa sasaran utama program tersebut adalah balita dan ibu hamil. Namun, edukasi juga diberikan kepada remaja, terutama calon pengantin, sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.
“Selain balita dan ibu hamil, kita juga memberikan edukasi kepada remaja yang nantinya akan menjadi calon pengantin. Ini bagian dari upaya pencegahan stunting dari hulu,” jelasnya.
Menurut Rohmat, indikasi stunting dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi bawaan. Oleh karena itu, pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu menjadi sangat penting.
Kegiatan Posyandu di Desa Tarempa Selatan biasanya dilaksanakan secara berkala pada bulan Februari dan Agustus, serta didukung dengan berbagai program kesehatan masyarakat lainnya.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah desa mengalokasikan anggaran sekitar Rp56 juta lebih yang digunakan untuk kegiatan Posyandu, peningkatan kapasitas kader kesehatan, serta penyediaan makanan tambahan bergizi.
Bentuk bantuan yang diberikan antara lain berupa susu, bubur kacang hijau, serta makanan tambahan berbasis pangan lokal yang bergizi bagi balita dan ibu hamil.
“Biasanya kita salurkan melalui makanan tambahan seperti susu ataupun makanan bergizi berbasis makanan lokal,” tambahnya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki balita, untuk rutin datang ke Posyandu guna memantau tumbuh kembang anak sejak usia dini.
“Kita dorong masyarakat, terutama yang memiliki balita, agar rajin datang ke Posyandu untuk melihat tumbuh kembang anak sejak usia nol bulan. Dengan begitu perkembangan anak bisa terkontrol,” ujarnya.
Rohmat berharap melalui upaya bersama tersebut angka stunting di Desa Tarempa Selatan dapat ditekan hingga mencapai nol persen.
“Mudah-mudahan ke depan kita bisa mencapai zero stunting,” harapnya.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah kabupaten dan instansi terkait.
“Pemerintah desa tentu tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada dukungan dari berbagai pihak, baik dari dinas kesehatan maupun OPD terkait, sehingga penanganan stunting bisa berjalan optimal,” tutupnya. (Azmi)













