Menu

Mode Gelap
Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi

Daerah

Strategi Desa Sri Tanjung Tekan Stunting

badge-check


					Kepala Desa Sri Tanjung, Penglek, memberikan keterangan kepada media Gennews.id di ruang kerjanya, Jumat (6/3/2026), terkait strategi Pemerintah Desa Sri Tanjung dalam menekan angka stunting melalui penguatan Posyandu, pemberian makanan tambahan bergizi, serta peran aktif kader kesehatan desa. Perbesar

Kepala Desa Sri Tanjung, Penglek, memberikan keterangan kepada media Gennews.id di ruang kerjanya, Jumat (6/3/2026), terkait strategi Pemerintah Desa Sri Tanjung dalam menekan angka stunting melalui penguatan Posyandu, pemberian makanan tambahan bergizi, serta peran aktif kader kesehatan desa.

Anambas – Pemerintah Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui berbagai program kesehatan masyarakat berbasis Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Kepala Desa Sri Tanjung, Penglek, mengatakan upaya intervensi gizi yang dilakukan secara konsisten berhasil menekan angka stunting di wilayahnya hingga tersisa tiga kasus pada Januari 2026.

“Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, saat ini terdapat tiga anak yang teridentifikasi stunting secara administratif karena deviasi panjang badan sekitar satu sentimeter dari standar Kementerian Kesehatan, meskipun secara klinis anak-anak tersebut dalam kondisi sehat dan aktif,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/3/2026).

Menurut Penglek, capaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi pelaksanaan kegiatan Posyandu balita yang dilakukan bersamaan dengan pelayanan kesehatan bagi lansia, sehingga tercipta sistem pelayanan kesehatan desa yang menyeluruh.

Pemerintah Desa Sri Tanjung juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp128 juta untuk mendukung operasional program kesehatan masyarakat tersebut.

Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai honorarium sepuluh kader Desa Siaga serta mendukung operasional layanan kesehatan bulanan di desa.

“Setiap kader menerima insentif sebesar Rp500 ribu per bulan. Mereka menjadi garda terdepan dalam memantau tumbuh kembang anak usia nol sampai lima tahun serta memantau kesehatan warga lanjut usia,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Posyandu dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 14 setiap bulannya. Program ini mencakup pemeriksaan kesehatan balita maupun layanan kesehatan bagi lansia.

Untuk lansia, desa memfasilitasi pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan kolesterol, asam urat, dan kadar gula darah secara gratis.

Sementara itu, bagi balita dilakukan pemantauan tumbuh kembang serta pemberian makanan sehat dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang mengandung protein hewani.

“Karena wilayah kita daerah pesisir, kita juga memanfaatkan potensi lokal seperti ikan sebagai sumber protein untuk menunjang kebutuhan gizi anak-anak,” katanya.

Selain intervensi gizi, pemerintah desa juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pola asuh anak dan pentingnya pemenuhan gizi seimbang dalam keluarga.

Penglek menilai edukasi tersebut penting untuk mengubah kebiasaan konsumsi makanan instan yang cenderung tinggi karbohidrat namun rendah protein.

“Edukasi kepada masyarakat sangat penting, terutama untuk mendorong pemenuhan gizi anak melalui konsumsi protein lokal yang mudah didapat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Desa Sri Tanjung juga menjalin sinergi dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas untuk memastikan sasaran intervensi, khususnya ibu hamil dan balita, mendapatkan dukungan gizi yang cukup.

Evaluasi program dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali, menyesuaikan dengan siklus pelaporan data kesehatan yang mengacu pada sistem pemantauan dari Kementerian Kesehatan.

Melalui berbagai upaya tersebut, Penglek berharap angka stunting di Desa Sri Tanjung dapat terus ditekan hingga mencapai nol kasus.

“Kami berharap ke depan Desa Sri Tanjung bisa benar-benar bebas dari stunting, sehingga anak-anak kita dapat tumbuh sehat, kuat, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tutupnya. (Azmi)

Baca Lainnya

HUT Karang Taruna Sinar Siantan ke-20, Camat Siantan Tengah: Jadikan Olahraga Perekat Persaudaraan

6 September 2026 - 16:03

Dua Pejabat Baru Dilantik di Kejari Kepulauan Anambas

4 September 2026 - 09:26

Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan

3 September 2026 - 12:30

Kejati Kepri Pelajari Laporan GAMNR soal Belanja Hotel dan Publikasi DKUKM

3 September 2026 - 11:51

DPRD Kota Batam Bahas Jawaban Wali Kota soal Ranperda Perubahan APBD 2026

2 September 2026 - 18:30

Trending di Daerah