Anambas – Empat dokter spesialis turun langsung memberikan layanan kesehatan di Desa Munjan, Kecamatan Siantan Timur, Jumat, (3/10/2025). Program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) yang digagas Kementerian Kesehatan itu menyasar wilayah Daerah Perbatasan, Terpencil, dan Kepulauan (DPTK).
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Kepulauan Anambas, Yessy Ariessandy, menyebut layanan ini bukan sekadar pengobatan, melainkan juga menjadi jembatan silaturahmi antara tenaga kesehatan dengan masyarakat yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan.
“Hari ini empat dokter spesialis turut hadir dalam kegiatan di Desa Munjan. Kegiatan ini sekaligus menjadi silaturahmi kita,” kata Yessy.

Suasana kegiatan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) di Desa Munjan, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (3/10/2025). Warga antusias menghadiri acara yang dihadiri jajaran pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, anggaran PKB bersumber dari DAK Fisik yang dialokasikan untuk tiga desa: Kiabu, Munjan, dan Bayat. Lokasi itu ditetapkan langsung oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan pemetaan wilayah terpencil.
Selama tiga hari, 3–5 Oktober 2025, warga Munjan dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa harus menyeberang pulau ke ibu kota kabupaten. Yessy menegaskan, kehadiran PKB menjadi jawaban atas keterbatasan masyarakat pesisir dan perbatasan yang selama ini sulit bertemu dokter spesialis.
“Pelayanan Kesehatan Bergerak adalah stimulus agar daerah terpencil bisa mendekatkan akses kesehatan. Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Munjan,” ujarnya.
Program PKB di Anambas tahun ini menjadi salah satu agenda prioritas. Pemerintah daerah menilai langkah itu sebagai bentuk nyata kehadiran negara di wilayah terluar. (Azmi)













