Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

News

GEBER-KEPRI Sentil Pemerintah: Jangan Sembunyikan Aset di Gurindam 12

badge-check


					Suasana Diskusi Terbuka GEBER-KEPRI soal transparansi aset pemerintah di A8 Pinang Harmoni Square, Tanjungpinang, Sabtu (20/9). Perbesar

Suasana Diskusi Terbuka GEBER-KEPRI soal transparansi aset pemerintah di A8 Pinang Harmoni Square, Tanjungpinang, Sabtu (20/9).


Tanjungpinang
– Forum Peduli Ibukota Kepri menggelar Diskusi Terbuka bertajuk Kasih Paham Gubernur Kepulauan Riau dengan tema “Transparansi & Akuntabilitas Pengelolaan Aset Pemerintah di Ibukota”, Sabtu (20/9/2025). Acara berlangsung di A8 Pinang Harmoni Square, Seberang SPBU Km.7, Tanjungpinang, sejak pukul 13.00 WIB.

Diskusi ini menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Bersama Rakyat Kepri (GEBER-KEPRI). Dengan format bebas bicara, bebas berpendapat, forum berjalan dinamis dan terbuka. Moderator acara diisi oleh Edi Cindai dan Jusri Sabri.

Isu utama yang mengemuka adalah tata kelola aset pemerintah, terutama terkait kawasan Gurindam 12 Tepi Laut yang belakangan ramai disorot publik. Sejumlah mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga pedagang kaki lima (PKL) ikut menyampaikan pandangan mereka. Kehadiran perwakilan dari Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang menambah bobot diskusi.

Koordinator GEBER-KEPRI, Said Ahmad Syukri akrab disapa Sas Jhoni menegaskan bahwa forum ini lahir dari keresahan publik.

“Aset pemerintah itu milik rakyat. Jangan sampai pengelolaannya tertutup, apalagi hanya menguntungkan segelintir pihak. Gurindam 12 harus jadi ruang publik yang benar-benar terbuka, bukan dipersempit,” ujar Sas Jhoni, Sabtu (20/9/2025).

Menurutnya, diskusi semacam ini penting dijadikan tradisi demokrasi di Tanjungpinang.

“Kami ingin memastikan suara rakyat terdengar langsung. Transparansi dan akuntabilitas bukan jargon, tapi kewajiban,” kata dia.

Selain membahas isu kebijakan, forum juga memberi ruang bagi PKL untuk menyuarakan persoalan keseharian mereka. Hal ini membuat diskusi tak sekadar teoritis, melainkan menyentuh realitas lapangan.

Melalui forum terbuka ini, GEBER-KEPRI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal tata kelola aset pemerintah agar berjalan bersih, terbuka, dan berpihak pada masyarakat. (Reza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAKAP, AWAK dan GETUK Kepri Sepakat Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana Pokir ke Kejati dan Polda

9 Maret 2026 - 21:18

LHKPN Hendri Kurniadi Tambah BYD

9 Maret 2026 - 18:23

Belanja Iklan Rp539 Juta Satpol PP Kepri Dilaporkan ke Kejati, Nama Hendri Kurniadi Disebut

9 Maret 2026 - 18:09

LSM Getuk: Pinjaman Rp400 Miliar Pemprov Kepri Harus Dijelaskan ke Masyarakat

8 Maret 2026 - 19:29

Safari Ramadhan di Lapas Narkotika Tanjungpinang, Ustadz Riswandi Ajak Warga Binaan Perbaiki Diri

8 Maret 2026 - 09:12

Trending di Daerah