Menu

Mode Gelap
Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi Sekda Batam Sambut Kepulangan 442 Jemaah Haji: Semoga Menjadi Haji Mabrur Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemko Batam Teguhkan Komitmen Jaga Kerukunan dan Persatuan residen Prabowo Serahkan Hewan Kurban untuk Warga Batam, Pemko Ajak Perkuat Solidaritas

News

GEBER-KEPRI Sentil Pemerintah: Jangan Sembunyikan Aset di Gurindam 12

badge-check


					Suasana Diskusi Terbuka GEBER-KEPRI soal transparansi aset pemerintah di A8 Pinang Harmoni Square, Tanjungpinang, Sabtu (20/9). Perbesar

Suasana Diskusi Terbuka GEBER-KEPRI soal transparansi aset pemerintah di A8 Pinang Harmoni Square, Tanjungpinang, Sabtu (20/9).


Tanjungpinang
– Forum Peduli Ibukota Kepri menggelar Diskusi Terbuka bertajuk Kasih Paham Gubernur Kepulauan Riau dengan tema “Transparansi & Akuntabilitas Pengelolaan Aset Pemerintah di Ibukota”, Sabtu (20/9/2025). Acara berlangsung di A8 Pinang Harmoni Square, Seberang SPBU Km.7, Tanjungpinang, sejak pukul 13.00 WIB.

Diskusi ini menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Bersama Rakyat Kepri (GEBER-KEPRI). Dengan format bebas bicara, bebas berpendapat, forum berjalan dinamis dan terbuka. Moderator acara diisi oleh Edi Cindai dan Jusri Sabri.

Isu utama yang mengemuka adalah tata kelola aset pemerintah, terutama terkait kawasan Gurindam 12 Tepi Laut yang belakangan ramai disorot publik. Sejumlah mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga pedagang kaki lima (PKL) ikut menyampaikan pandangan mereka. Kehadiran perwakilan dari Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang menambah bobot diskusi.

Koordinator GEBER-KEPRI, Said Ahmad Syukri akrab disapa Sas Jhoni menegaskan bahwa forum ini lahir dari keresahan publik.

“Aset pemerintah itu milik rakyat. Jangan sampai pengelolaannya tertutup, apalagi hanya menguntungkan segelintir pihak. Gurindam 12 harus jadi ruang publik yang benar-benar terbuka, bukan dipersempit,” ujar Sas Jhoni, Sabtu (20/9/2025).

Menurutnya, diskusi semacam ini penting dijadikan tradisi demokrasi di Tanjungpinang.

“Kami ingin memastikan suara rakyat terdengar langsung. Transparansi dan akuntabilitas bukan jargon, tapi kewajiban,” kata dia.

Selain membahas isu kebijakan, forum juga memberi ruang bagi PKL untuk menyuarakan persoalan keseharian mereka. Hal ini membuat diskusi tak sekadar teoritis, melainkan menyentuh realitas lapangan.

Melalui forum terbuka ini, GEBER-KEPRI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal tata kelola aset pemerintah agar berjalan bersih, terbuka, dan berpihak pada masyarakat. (Reza)

Baca Lainnya

Sas Jhoni: Marwah Adat Melayu Harus Dijaga Lewat Musyawarah Hulubalang

7 Juni 2026 - 14:04

Membanggakan! Bripda Moh. Nurtakhim Raih Predikat Akademik Terbaik di SPN Batua Polda Sulsel

6 Juni 2026 - 19:43

Generasi Muda Anambas Dorong Penguatan Demokrasi Lokal dan Ruang Aspirasi Publik

5 Juni 2026 - 20:08

Bangun SDM Unggul, Pemda Anambas Jalin Kemitraan Strategis dengan Universitas Budi Luhur

5 Juni 2026 - 20:01

Ketua Kwarcab Anambas: Kwarran dan Mabiran Ujung Tombak Pembinaan Pramuka

5 Juni 2026 - 11:56

Trending di Daerah