Tanjungpinang – Hulubalang Lembaga Adat Melayu (LAM) Tanjungpinang memberikan apresiasi tinggi atas sambutan hangat dari Persatuan Dunia Seni Silat Melayu Malaysia dalam agenda penandatanganan Memorandum Persefahaman (MoU) antara kedua pihak. Momen ini berlangsung penuh nuansa adat dan persaudaraan serumpun, Jum’at (14/11/2025).
Ketua Hulubalang LAM Tanjungpinang, Dato Yudi Irawan, menyebut kerja sama tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata memperkuat hubungan budaya antara Malaysia dan Indonesia, khususnya dalam pelestarian seni silat dan adat Melayu.
“Kami menghargai sambutan mulia dari saudara-saudara di Malaysia. Ini bukti bahwa warisan Melayu tetap hidup dan disatukan oleh adat serta persaudaraan yang tidak lekang oleh waktu,” ujar Dato Yudi.
Fokus Penguatan Budaya Serantau
MoU ini memuat empat poin kerja sama strategis, di antaranya:
• pengembangan dan promosi seni silat Melayu,
• pertukaran pengetahuan dan pelatihan budaya,
• program bersama seperti festival, seminar, dan pendidikan budaya,
• serta upaya menjaga marwah dan identitas Melayu di tengah arus globalisasi.
Menurut LAM Tanjungpinang, kolaborasi ini diharapkan menjadi momentum penting menguatkan diplomasi budaya lintas negara dan membuka ruang yang lebih luas bagi kegiatan kebudayaan Melayu di tingkat regional.
Pihak Persatuan Dunia Seni Silat Melayu Malaysia menegaskan bahwa silat dan adat Melayu adalah warisan bersama yang harus dijaga dengan semangat kebersamaan. Mereka menyambut baik komitmen LAM Tanjungpinang dalam pelestarian seni dan nilai adat serantau.
Titik Awal Kerja Sama Lebih Luas
Dato Yudi menilai MoU tersebut menjadi tonggak untuk memperkaya jaringan kebudayaan Melayu, sekaligus memperkuat hubungan serumpun yang sudah terjalin sejak lama.
“Kerja sama ini adalah bentuk penghormatan kepada warisan Melayu sekaligus komitmen untuk memastikan generasi masa depan tetap mengenal akar budayanya,” kata Dato Yudi.
Dengan penandatanganan ini, kedua lembaga berharap dapat menghadirkan lebih banyak kegiatan budaya lintas negara guna mengangkat martabat Melayu di kawasan regional maupun internasional. (Reza)













