Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

Daerah

Kades Candi Anggarkan Rp137 Juta Dana Desa untuk Tekan Stunting

badge-check


					Kepala Desa Candi, Suparman, saat diwawancarai usai kegiatan buka puasa bersama masyarakat di Masjid Jami’ Al Mukhlisin, Desa Candi, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (11/3/2026). Perbesar

Kepala Desa Candi, Suparman, saat diwawancarai usai kegiatan buka puasa bersama masyarakat di Masjid Jami’ Al Mukhlisin, Desa Candi, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (11/3/2026).

Anambas – Pemerintah Desa Candi, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas menjadikan penanganan stunting sebagai salah satu prioritas utama penggunaan Dana Desa pada tahun 2026.

Kepala Desa Candi, Suparman, mengatakan fokus tersebut sejalan dengan ketentuan pemerintah melalui peraturan Kementerian Desa yang mengatur bahwa penanganan stunting menjadi prioritas dalam penggunaan Dana Desa.

“Melalui fokus penggunaan Dana Desa, salah satu prioritas kami di Desa Candi adalah penanganan stunting. Jadi sesuai dengan aturan dari Kementerian Desa, program ini menjadi perhatian utama kami,” ujar Suparman saat diwawancarai, Rabu (11/3/2026).

Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Desa Candi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp137.837.710 yang difokuskan pada berbagai kegiatan peningkatan gizi bagi masyarakat, khususnya balita dan ibu hamil.

Menurut Suparman, salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan makanan tambahan bergizi melalui kegiatan Posyandu yang rutin dilaksanakan setiap bulan.

“Setiap kegiatan Posyandu kita memberikan makanan tambahan kepada balita dan ibu hamil, seperti vitamin serta makanan bergizi. Ini kita lakukan secara rutin sebagai upaya mencegah stunting,” jelasnya.

Program tersebut juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari kader Posyandu, petugas Puskesmas, tenaga medis, hingga unsur TNI dan Polri di wilayah setempat.

“Program ini kita jalankan secara kolaborasi, ada kader Posyandu, petugas Puskesmas, dokter, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas yang ikut mendukung kegiatan ini,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sasaran utama program tersebut adalah masyarakat dengan kondisi gizi kurang, terutama balita dan ibu hamil yang berpotensi mengalami stunting.

Selain itu, evaluasi program dilakukan secara berkala melalui kegiatan Posyandu yang dilaksanakan setiap bulan.

“Melalui Posyandu kita bisa melihat perkembangan setiap bulan. Jika ditemukan balita atau warga dengan kondisi gizi kurang, langsung kita tangani dengan memberikan tambahan asupan gizi, vitamin, maupun obat-obatan,” ujarnya.

Meski demikian, Suparman mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, salah satunya kurangnya kesadaran sebagian masyarakat untuk membawa anak mereka ke Posyandu.

“Kadang masih ada ibu-ibu yang tidak mau membawa anaknya ke Posyandu untuk diperiksa. Ini juga menjadi tantangan bagi kader kesehatan di desa,” ungkapnya.

Selain memberikan makanan tambahan, pemerintah desa juga membantu keluarga yang terdampak dengan memberikan bantuan sembako yang mengandung gizi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi anak.

Ke depan, Suparman berharap pemerintah dapat terus memperkuat dukungan terhadap sektor kesehatan di daerah, terutama dalam melengkapi sarana dan prasarana yang masih menjadi kendala di tingkat desa.

“Harapan kami tentu kesehatan masyarakat menjadi fokus utama pemerintah. Kami berharap sarana dan prasarana kesehatan bisa terus dilengkapi agar program penanganan stunting ini bisa berjalan lebih optimal,” pungkasnya. (Azmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kepala Desa Candi Pastikan Penyaluran BLT-DD 2026 Tepat Sasaran

11 Maret 2026 - 23:30

Ketua DPRD Anambas: Ramadan Momentum Perkuat Silaturahmi dan Pelayanan Publik

11 Maret 2026 - 23:16

BKMT Kota Tanjungpinang Gelar Khatmil Qur’an dan Santunan Dhuafa di Masjid Agung Al-Hikmah

11 Maret 2026 - 15:08

GOW Anambas Gelar Berbagai Agenda Ramadan, dari Bagi Takjil hingga Itikaf Bersama

11 Maret 2026 - 04:33

Ramadhan di Tanjungpinang Makin Meriah, Pasar Malam Pandawa dan Bazar UMKM Dibuka di Tepi Laut

11 Maret 2026 - 01:29

Trending di Daerah