Anambas – Pemerintah Desa Candi, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas menjadikan penanganan stunting sebagai salah satu prioritas utama penggunaan Dana Desa pada tahun 2026.
Kepala Desa Candi, Suparman, mengatakan fokus tersebut sejalan dengan ketentuan pemerintah melalui peraturan Kementerian Desa yang mengatur bahwa penanganan stunting menjadi prioritas dalam penggunaan Dana Desa.
“Melalui fokus penggunaan Dana Desa, salah satu prioritas kami di Desa Candi adalah penanganan stunting. Jadi sesuai dengan aturan dari Kementerian Desa, program ini menjadi perhatian utama kami,” ujar Suparman saat diwawancarai, Rabu (11/3/2026).
Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Desa Candi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp137.837.710 yang difokuskan pada berbagai kegiatan peningkatan gizi bagi masyarakat, khususnya balita dan ibu hamil.
Menurut Suparman, salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan makanan tambahan bergizi melalui kegiatan Posyandu yang rutin dilaksanakan setiap bulan.
“Setiap kegiatan Posyandu kita memberikan makanan tambahan kepada balita dan ibu hamil, seperti vitamin serta makanan bergizi. Ini kita lakukan secara rutin sebagai upaya mencegah stunting,” jelasnya.
Program tersebut juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari kader Posyandu, petugas Puskesmas, tenaga medis, hingga unsur TNI dan Polri di wilayah setempat.
“Program ini kita jalankan secara kolaborasi, ada kader Posyandu, petugas Puskesmas, dokter, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas yang ikut mendukung kegiatan ini,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa sasaran utama program tersebut adalah masyarakat dengan kondisi gizi kurang, terutama balita dan ibu hamil yang berpotensi mengalami stunting.
Selain itu, evaluasi program dilakukan secara berkala melalui kegiatan Posyandu yang dilaksanakan setiap bulan.
“Melalui Posyandu kita bisa melihat perkembangan setiap bulan. Jika ditemukan balita atau warga dengan kondisi gizi kurang, langsung kita tangani dengan memberikan tambahan asupan gizi, vitamin, maupun obat-obatan,” ujarnya.
Meski demikian, Suparman mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, salah satunya kurangnya kesadaran sebagian masyarakat untuk membawa anak mereka ke Posyandu.
“Kadang masih ada ibu-ibu yang tidak mau membawa anaknya ke Posyandu untuk diperiksa. Ini juga menjadi tantangan bagi kader kesehatan di desa,” ungkapnya.
Selain memberikan makanan tambahan, pemerintah desa juga membantu keluarga yang terdampak dengan memberikan bantuan sembako yang mengandung gizi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi anak.
Ke depan, Suparman berharap pemerintah dapat terus memperkuat dukungan terhadap sektor kesehatan di daerah, terutama dalam melengkapi sarana dan prasarana yang masih menjadi kendala di tingkat desa.
“Harapan kami tentu kesehatan masyarakat menjadi fokus utama pemerintah. Kami berharap sarana dan prasarana kesehatan bisa terus dilengkapi agar program penanganan stunting ini bisa berjalan lebih optimal,” pungkasnya. (Azmi)













