Karimun – Setelah menggelontorkan Rp3,5 triliun di Batam, PT. Blue Steel Industries saat ini bersiap memperluas langkah ke Kabupaten Karimun. Kali ini, sang pemilik, Benny Lau, tidak datang sendiri. Ia hadir bersama Eka Yazmi, pemilik Syifa Petco International, dan Alexander Wijaya, Direktur PT. Blue Ocean Shipping untuk menegaskan komitmen investasi bersama di sektor industri dan maritim.
Pertemuan ketiganya dengan Bupati Karimun, Badan Usaha Pelabuhan (BUP), dan Badan Pengusahaan (BP) Karimun, Kamis, 2 Oktober 2025, menjadi penanda awal.
“Karimun punya posisi geografis yang strategis. Terdepan dengan negara tetangga, dan komunikasi dengan pemerintah daerah di sini terasa mudah,” kata Benny.
Eka yazmi, yang dikenal membangun jejaring bisnis di bidang energi dan logistik maritim, menyebut Karimun sebagai kawasan potensial yang belum tergarap maksimal.
“Kami ingin membawa sinergi investasi yang bukan hanya mengejar profit, tapi juga menumbuhkan industri lokal dan membuka ruang kerja baru,” ujarnya.
Sementara itu, Alexander Wijaya menambahkan,”Kami melihat potensi yang besar untuk mengembangkan shipyard kami yang sudah operasional di Batam”.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun merespons cepat. Mereka menjanjikan tindak lanjut administrasi, sekaligus membuka peluang bagi hadirnya investasi yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Masuknya Benny Lau, Eka yazmi, dan Alexander Wijaya lewat Blue Steel Industries, Syifa Petco International dan Blue Ocean Shipping dipandang lebih dari sekadar ekspansi bisnis. Dengan modal besar dan pengalaman di Batam, keduanya bisa mengubah wajah Karimun sebagai pintu gerbang maritim di perbatasan. (Reza)













