Gennews.id — Kabar terbaru ekonomi 2024, Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan perkiraan pertumbuhan global tahun ini.
Pertumbuhan tahun ini akan berada di kisaran 3,1%, naik 0,2 poin persentase dari perkiraan Oktober. ‘Ketahanan’ yang tak terduga di negara-negara maju dan berkembang menjadi alasan, hal tersebut diketahui dalam World Economic Outlook (WEO) terbaru.
“Pada saat yang sama, kita mengalami penurunan inflasi dan peningkatan pertumbuhan,” kata Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas kepada wartawan menjelang publikasi laporan tersebut, dikutip AFP, Selasa (30/1/2024).
“Ini bukan hanya cerita AS (Amerika Serikat). Ada banyak sekali ketahanan di banyak negara pada tahun lalu dan memasuki tahun 2024,” katanya, menyoroti negara-negara lain seperti China, Rusia, Brasil, dan India.
Meskipun ada peningkatan, pertumbuhan global diperkirakan akan tetap berada di bawah rata-rata historis sebesar 3,8% pada tahun ini dan tahun depan. Ini karena dampak lanjutan dari kenaikan suku bunga, penarikan dukungan pemerintah terkait pandemi dan masih rendahnya tingkat produktivitas.
Di antara negara-negara maju yang termasuk dalam Kelompok Tujuh (G7), pertumbuhan di negara-negara Eropa tampaknya akan tetap lemah. Sementara Jepang dan Kanada diperkirakan akan sedikit lebih baik.
Prospek inflasi IMF secara keseluruhan tetap tidak berubah pada angka 5,8 % untuk tahun 2024. Namun hal ini menutupi pergeseran mendasar yang signifikan antara negara-negara kaya dan miskin.
Inflasi di negara-negara maju diperkirakan sebesar 2,6% pada 2024, turun 0,4 poin persentase dari bulan Oktober. Sementara negara-negara emerging dan developing diperkirakan akan mencapai tingkat inflasi tahunan sebesar 8,1%, naik 0,3 poin persentase.
Sebagian besar kenaikan ini disebabkan oleh permasalahan yang sedang berlangsung di Argentina. Perlu diketahui, negara itu mengalami kenaikan harga konsumen melebihi 200% tahun lalu di tengah krisis ekonomi yang sedang berlangsung.













