Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

Daerah

Tokoh Pemuda Penyengat Sampaikan Masukan Terkait Penetapan Hulubalang LAM Kepri

badge-check


					Pulau Penyengat, Ilyas, Rabu (19/11). Perbesar

Pulau Penyengat, Ilyas, Rabu (19/11).

 

Tanjungpinang — Dinamika penetapan jabatan Hulubalang di Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau terus bergulir. Tokoh pemuda Pulau Penyengat, Ilyas, angkat suara dan secara tegas meminta pucuk pimpinan LAM Kepri meninjau ulang keputusan terkait penunjukan Dato’ Endi sebagai Ketua Hulubalang, Rabu (19/11/2025).

Ilyas menyatakan tidak setuju apabila Dato’ Endi kembali menduduki posisi tersebut, baik saat ini maupun di masa mendatang. Ia menilai jabatan itu membutuhkan figur yang memiliki rekam jejak kuat, integritas, serta wibawa sebagai penjaga marwah Melayu.

“Saya tidak setuju apabila Dato’ Endi menjabat sebagai Ketua Hulubalang LAM Kepri. Beliau sudah cukup berperan sebagai tokoh sentral di struktur LAM,” ujar Ilyas.

Dato’ Yudi Irawan, Hulubalang LAM Tanjungpinang yang disebut punya kapasitas kepemimpinan dan ketegasan.

Ia menilai ada sosok muda yang lebih layak, salah satunya Dato’ Yudi Irawan, Hulubalang LAM Tanjungpinang yang disebut punya kapasitas kepemimpinan dan ketegasan.

Ilyas juga mengkritisi apabila jabatan Hulubalang di tingkat provinsi justru diisi karena kemampuan “mengampu”, bukan berdasarkan prestasi, rekam jejak, atau pengabdian.

“Sangat disayangkan jika jabatan Hulubalang diberikan bukan karena kelayakan, tetapi karena kepandaian mengampu. Jabatan ini menyangkut marwah Melayu,” tegasnya.

Mempertimbangkan posisi Hulubalang yang sarat nilai adat dan simbol kehormatan, Ilyas secara resmi meminta Dato’ Sri Raja Alhafiz selaku pucuk pimpinan LAM Kepri untuk meninjau kembali penunjukan tersebut demi menjaga kehormatan lembaga.

Ilyas juga mengingatkan bahwa dirinya pernah terlibat langsung dalam perjuangan besar masyarakat Melayu, termasuk aksi terkait Rempang dua tahun lalu di depan BP Batam sebuah pengalaman yang menurutnya menunjukkan bahwa kekuatan Melayu ada pada persatuan dan ketegasan.

“Saya pernah merasakan beratnya perjuangan bersama masyarakat Melayu dalam isu Rempang. Semangat itu harus dijaga. Melayu harus kuat dan bersatu,” katanya.

Ia menutup pernyataan dengan menyerukan pentingnya mendengarkan suara masyarakat, termasuk generasi muda Melayu, untuk menjaga kesinambungan adat, marwah, dan kehormatan LAM Kepri. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Soal DBH Migas, Pemkab Anambas Datangi Ditjen Migas ESDM

23 Januari 2026 - 21:13

Kasus Penganiayaan di Tarempa Barat Diselesaikan Damai, Polisi Kedepankan Restorative Justice

23 Januari 2026 - 09:42

Penanganan Limbah B3 di Batu Ampar, Bea Cukai Batam Mulai Reekspor Bertahap

23 Januari 2026 - 09:36

Perjuangkan Keadilan Fiskal, Bupati Anambas Audiensi dengan DJPK Kementerian Keuangan RI

22 Januari 2026 - 19:52

Bupati Aneng Bahas Arah Pembangunan Anambas Bersama Bappenas RI di Jakarta

22 Januari 2026 - 19:47

Trending di Anambas