Tanjungpinang – Yusuf, pihak yang disebut dalam pemberitaan media Cucus.id terkait pengelolaan Bazar Ramadhan Kurma 2026 di kawasan Tepi Laut (Zona B) Taman Gurindam 12, memberikan klarifikasi atas tudingan yang berkembang di tengah masyarakat.
Yusuf menyatakan keberatan atas pemberitaan yang dinilainya tidak utuh serta menyeret nama keluarganya, khususnya sang istri, dalam polemik tersebut.
“Saya sangat menyayangkan pemberitaan yang membawa-bawa nama istri saya dalam persoalan ini. Kegiatan ini tidak ada kaitannya dengan jabatan ataupun kepentingan keluarga,” ujar Yusuf saat memberikan klarifikasi, Sabtu (21/2/2026).
Ia menegaskan keterlibatannya dalam kegiatan Bazar Ramadhan Kurma 2026 merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan yang berjalan sesuai mekanisme serta melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Menurut Yusuf, proses penataan dan pelaksanaan bazar juga telah melibatkan dan merangkul para pelaku UMKM melalui komunikasi sebelumnya.
“Sejak awal pedagang sudah dirangkul dan diajak berkoordinasi. Kami membuka ruang komunikasi dan musyawarah agar kegiatan ini bisa berjalan tertib serta memberi manfaat bagi semua pelaku usaha,” katanya.
Ia membantah tudingan bahwa kegiatan bazar dilakukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Menurutnya, seluruh proses berjalan sesuai aturan dan bertujuan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
“Kami hanya menjalankan kegiatan sesuai mekanisme dan koordinasi yang ada. Tidak benar jika disebut untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.
Yusuf juga menilai penyebutan nama anggota keluarganya dalam polemik tersebut tidak relevan dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Terkait adanya penolakan dari sejumlah pihak, Yusuf menyatakan tetap terbuka terhadap dialog guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak.
“Kami mengedepankan musyawarah dan berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik-baik demi kepentingan bersama,” ujarnya.
Ia berharap polemik yang berkembang dapat disikapi secara bijak serta tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat, khususnya selama pelaksanaan kegiatan Ramadhan di Tanjungpinang. (Reza)













