Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

Daerah

Anambas Rancang Strategi Ekonomi: Dari UMKM, BUMD Pangan hingga Ekonomi Biru

badge-check


					Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda KKA, Ody Karyadi, Rabu (1/10). Perbesar

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda KKA, Ody Karyadi, Rabu (1/10).

Anambas – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menyiapkan serangkaian strategi untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda KKA, Ody Karyadi, menyebut penguatan UMKM, ketahanan pangan, hingga ekonomi biru akan menjadi pilar utama pembangunan.

“Kita akan bangun dan menguatkan pelaku UMKM. Seperti yang sudah kita lakukan yakni dana bergulir kepada UMKM di Anambas,” kata Ody saat di wawancara di ruang kerjanya, Rabu (1/10/2025).

Selain penguatan UMKM, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya distribusi barang masuk ke Anambas yang kerap terkendala faktor geografis. Menurut Ody, biaya konstruksi dan logistik di wilayah kepulauan ini bahkan menjadi salah satu yang termahal di Indonesia.

Untuk memperkuat sektor pangan, Pemkab berencana membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan. Lembaga ini akan menjadi penopang stabilitas harga sekaligus membuka ruang pengolahan hasil pertanian lokal.

“BUMD tersebut nantinya akan mengolah gabah menjadi padi karena sangat berpotensi dan menarik. Coba lihat, di Jemaja sudah buka lahan,” ujarnya.

Strategi lain yang sedang dikaji yakni skema kredit lunak bagi UMKM. Pemerintah daerah menanggung bunga, sementara pokok pinjaman tetap ditanggung pelaku usaha. Ody menilai langkah ini bisa memberi ruang tumbuh bagi sektor ekonomi produktif.

Pemerintah juga menaruh perhatian pada serapan tenaga kerja lokal di sektor migas. Bupati Anambas, kata Ody, tengah mendorong perusahaan-perusahaan migas agar merekrut pekerja dari daerah.

Tidak berhenti di situ, Pemkab juga berupaya memperbaiki iklim investasi. Sejumlah hambatan yang masih ditemui adalah ketiadaan rencana tata ruang serta perizinan yang belum terintegrasi.

“Insyallah tahun depan, semua permasalahan yang ada bisa di-clearkan,” ucap Ody.

Visi jangka panjang Pemkab turut mengarah pada konsep ekonomi biru. Fokusnya pada pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan, sejalan dengan proyeksi kebutuhan pangan global.

“Karena tahun 2040, pertumbuhan penduduk dunia ini naik menjadi 35 persen. Tentunya, yang menjadi perhatian yakni sumber makanan, makanya perlu kita jaga SDA kita,” tutur Ody.

Menurut dia, Dekranasda yang baru dilantik juga akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung UMKM kreatif dan produk lokal Anambas. (Azmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Soal DBH Migas, Pemkab Anambas Datangi Ditjen Migas ESDM

23 Januari 2026 - 21:13

Kasus Penganiayaan di Tarempa Barat Diselesaikan Damai, Polisi Kedepankan Restorative Justice

23 Januari 2026 - 09:42

Penanganan Limbah B3 di Batu Ampar, Bea Cukai Batam Mulai Reekspor Bertahap

23 Januari 2026 - 09:36

Perjuangkan Keadilan Fiskal, Bupati Anambas Audiensi dengan DJPK Kementerian Keuangan RI

22 Januari 2026 - 19:52

Kajati Kepri Resmi Lantik Asisten Pemulihan Aset Baru

22 Januari 2026 - 18:08

Trending di Daerah