Anambas – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (Diskop UM Perindag) akan melaksanakan Gerakan Pasar Murah (GPM) pada 15–16 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin pemerintah daerah yang dilaksanakan dua hingga tiga kali dalam setahun, khususnya menjelang hari besar keagamaan seperti Imlek, bulan suci Ramadan, dan Idulfitri.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kepulauan Anambas, Japrizal, mengatakan bahwa Gerakan Pasar Murah merupakan program pemerintah daerah yang juga sejalan dengan program pemerintah pusat dan dilaksanakan berdasarkan imbauan nasional.
“Gerakan Pasar Murah ini merupakan agenda tahunan pemerintah daerah dan juga bagian dari program pusat yang diimbau untuk dilaksanakan di daerah,” ujar Japrizal saat di wawancara di ruang kerjanya, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, meskipun secara nasional GPM dilaksanakan secara serentak pada 15–16 Februari, pelaksanaannya di Anambas tetap menyesuaikan kondisi wilayah kepulauan, terutama faktor cuaca.
“Setiap daerah memiliki kondisi yang berbeda. Kita daerah kepulauan tentu harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca, apalagi saat ini masih musim utara,” jelasnya.
Berdasarkan informasi dari BMKG, lanjut Japrizal, cuaca diperkirakan akan membaik dalam dua hingga tiga hari ke depan. Hal tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi logistik, mengingat masih terdapat kapal barang yang tertahan di Tanjungpinang akibat cuaca kurang bersahabat.
“Kalau cuaca sudah membaik, kapal barang bisa masuk dan bahan pokok terpenuhi. Setelah itu, kita akan melaksanakan Gerakan Pasar Murah ini,” katanya.
Pelaksanaan GPM direncanakan akan dipusatkan di BPMS, dengan proses administrasi dan perizinan yang masih berjalan. Informasi teknis terkait lokasi dan waktu pelaksanaan akan diumumkan lebih lanjut kepada masyarakat.
Japrizal menegaskan bahwa pasar murah ini bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang bulan puasa.
Untuk jenis komoditas, Diskop UM Perindag akan menyesuaikan dengan ketersediaan stok bahan pokok di daerah. Tidak seluruh sembilan bahan pokok akan tersedia dalam GPM tersebut.
“Komoditasnya menyesuaikan stok yang ada, seperti beras, minyak goreng, gula, ayam, bawang, dan sirup. Sirup juga biasanya dibutuhkan menjelang Ramadan. Untuk telur, nanti kita lihat kembali dari ketersediaan stok,” ungkapnya.
Ke depan, Diskop UM Perindag Anambas juga berencana memperluas pelaksanaan Gerakan Pasar Murah tidak hanya di Tarempa, tetapi juga di wilayah lain seperti Pulau Palmatak dan Jemaja, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan ketersediaan barang.
“Ke depannya kita upayakan tidak hanya di Tarempa, tetapi juga di pulau-pulau besar lainnya, tentu dengan melihat situasi cuaca, stok barang, serta keterbatasan anggaran,” pungkas Japrizal. (Azmi)













