Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

Daerah

Gudang Pasir Laut dan Granit di Batam Diduga Tak Berizin, PT Samudera Sarana Sukses Akui IUP Masih Diurus

badge-check


					Aktivitas gudang penyimpanan pasir dan batu granit milik PT Samudera Sarana Sukses di kawasan Batu Ampar, Kota Batam, yang disorot lantaran diduga belum mengantongi Izin, Rabu (4/2/2026). Perbesar

Aktivitas gudang penyimpanan pasir dan batu granit milik PT Samudera Sarana Sukses di kawasan Batu Ampar, Kota Batam, yang disorot lantaran diduga belum mengantongi Izin, Rabu (4/2/2026).

Batam – Aktivitas gudang penyimpanan pasir laut dan batu granit milik PT Samudera Sarana Sukses yang berlokasi di Batu Ampar, Kota Batam, menjadi sorotan publik. Perusahaan tersebut diduga belum mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) sebagaimana diwajibkan dalam ketentuan perizinan sektor pertambangan.

Informasi tersebut diperoleh dari sumber yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku telah melakukan konfirmasi langsung ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kepulauan Riau.

“Saya sudah konfirmasi ke PTSP, tidak ada izin dan IUP-nya tidak ada,” ujar sumber tersebut saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Rabu (4/2/2026).

Sementara itu, perwakilan PT Samudera Sarana Sukses, Sri, membenarkan bahwa perusahaan belum memiliki IUP. Namun, ia menyebut proses pengurusan izin tersebut sedang berjalan.

“Kalau izin perusahaan itu ada, untuk IUP-nya memang lagi diurus, tapi yang lain sudah lengkap,” kata Sri.

Ia juga menjelaskan asal material yang disimpan di gudang tersebut. Menurutnya, batu granit berasal dari Tanjungbalai Karimun, sedangkan pasir laut didatangkan dari wilayah Moro.

“Batu ini berasal dari Tanjungbalai Karimun, sedangkan pasirnya dari Moro,” jelasnya.

Terkait perizinan pengangkutan material, Sri mengakui bahwa izin tersebut juga masih dalam tahap pengurusan.

“Izin angkutannya juga sedang dalam pengurusan,” tambahnya.

Untuk memastikan informasi tersebut, Kepala DPMPTSP Provinsi Kepulauan Riau telah dikonfirmasi oleh awak media. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atau jawaban resmi.

Kasus ini menambah perhatian terhadap pengelolaan dan pengawasan aktivitas penyimpanan serta distribusi material tambang di wilayah Kepulauan Riau. Publik berharap adanya kejelasan dan penegakan aturan agar seluruh kegiatan usaha berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Reza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Seragam Ratusan Juta di BKAD Kepri: Kebutuhan Pegawai atau Pemborosan Anggaran?

23 April 2026 - 14:25

Kasus 90 Kontainer Limbah Elektronik di Batam Disorot, Ada Dugaan Pelanggaran?

22 April 2026 - 21:59

HMNI Kepri Kritik Program Nelayan, Pemerintah Pastikan Upaya Terus Berjalan

22 April 2026 - 18:01

Kajari Anambas Lantik Kasi Intel Baru, Tekankan Adaptasi dan Sinergi

21 April 2026 - 18:26

HNSI Ingatkan Soal Tata Niaga Ikan, Nelayan Anambas Bisa Murka

21 April 2026 - 07:32

Trending di Daerah