Menu

Mode Gelap
Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi Sekda Batam Sambut Kepulangan 442 Jemaah Haji: Semoga Menjadi Haji Mabrur Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemko Batam Teguhkan Komitmen Jaga Kerukunan dan Persatuan residen Prabowo Serahkan Hewan Kurban untuk Warga Batam, Pemko Ajak Perkuat Solidaritas

Daerah

Dalam Pertemuan dengan Hima Persis Kepri, HPSLI Paparkan Komitmen Sedimentasi Laut

badge-check


					Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Sedimentasi Laut Indonesia, Jusri Sabri (kanan), berbincang dengan Sekretaris Jenderal PW Hima Persis Kepri, Angga Hardika (kiri), membahas komitmen perlindungan lingkungan, penggunaan alat sesuai regulasi, serta pengawasan kapal pengangkut pasir laut di kawasan Km 8 Atas, Tanjungpinang. Perbesar

Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Sedimentasi Laut Indonesia, Jusri Sabri (kanan), berbincang dengan Sekretaris Jenderal PW Hima Persis Kepri, Angga Hardika (kiri), membahas komitmen perlindungan lingkungan, penggunaan alat sesuai regulasi, serta pengawasan kapal pengangkut pasir laut di kawasan Km 8 Atas, Tanjungpinang.

Tanjungpinang – Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Sedimentasi Laut Indonesia (HPSLI), Jusri Sabri, melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PW Hima Persis) Kepulauan Riau, Angga Hardika, di salah satu kedai kopi kawasan Km 8 Atas, Kota Tanjungpinang, Rabu (4/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas perkembangan rencana aktivitas sedimentasi laut atau tambang pasir laut di Desa Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir, yang hingga kini telah melalui tahapan konsultasi publik.

Jusri Sabri menyampaikan bahwa sebanyak 11 perusahaan telah melaksanakan konsultasi publik sebagai bagian dari prosedur awal sebelum kegiatan sedimentasi laut dilakukan. Menurutnya, tahapan tersebut merupakan bentuk keterbukaan kepada masyarakat sekaligus upaya menyerap aspirasi warga secara langsung.

Ia menegaskan bahwa pelaku usaha yang tergabung dalam HPSLI berkomitmen menjalankan kegiatan sedimentasi laut dengan memprioritaskan aspek perlindungan lingkungan serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Pada saat beroperasi nanti, kegiatan sedimentasi laut dipastikan dilakukan dengan cara yang tidak merusak ekosistem. Alat dan teknologi yang digunakan telah disesuaikan dengan regulasi yang berlaku,” tegas Jusri Sabri.

Menurutnya, penggunaan peralatan yang sesuai standar menjadi bagian penting dalam upaya meminimalisir potensi dampak negatif terhadap lingkungan laut, termasuk ekosistem perairan di sekitar lokasi kegiatan.

Selain aspek teknis operasional, Jusri juga menyoroti pentingnya pengawasan armada pengangkut pasir laut. Ia menyebutkan bahwa kapal-kapal pengangkut pasir akan didaftarkan secara resmi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai langkah pengendalian dan pengawasan.

“Kami ingin memastikan tidak ada kapal ilegal yang masuk dan justru merusak tata kelola serta mencoreng citra perusahaan yang beroperasi secara resmi dan taat aturan,” ujarnya.

Di sisi lain, Jusri memastikan perusahaan-perusahaan terkait akan menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat, khususnya warga Desa Numbing yang berada di sekitar wilayah kegiatan.

Ia juga menegaskan komitmen untuk melibatkan dan memprioritaskan tenaga kerja lokal dari Desa Numbing, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

“Kami ingin masyarakat terlibat dan mendapatkan manfaat. Tenaga kerja lokal akan menjadi prioritas,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PW Hima Persis Kepri, Angga Hardika, menilai dialog terbuka antara pelaku usaha dan masyarakat sipil penting dilakukan guna membangun pemahaman bersama serta memastikan kegiatan berjalan secara transparan dan bertanggung jawab.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal komunikasi berkelanjutan antara pelaku usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyikapi rencana kegiatan sedimentasi laut di wilayah Bintan Pesisir. (Reza)

Baca Lainnya

Menginap Empat Malam di Penyengat, Pelajar Singapura Belajar Sejarah Melayu hingga Tanam Mangrove

8 Juni 2026 - 13:05

Sas Jhoni: Marwah Adat Melayu Harus Dijaga Lewat Musyawarah Hulubalang

7 Juni 2026 - 14:04

Membanggakan! Bripda Moh. Nurtakhim Raih Predikat Akademik Terbaik di SPN Batua Polda Sulsel

6 Juni 2026 - 19:43

Generasi Muda Anambas Dorong Penguatan Demokrasi Lokal dan Ruang Aspirasi Publik

5 Juni 2026 - 20:08

Bangun SDM Unggul, Pemda Anambas Jalin Kemitraan Strategis dengan Universitas Budi Luhur

5 Juni 2026 - 20:01

Trending di Daerah