Anambas – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kepulauan Anambas terus memperkuat sinergitas dalam mendukung pengembangan pendidikan inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Anambas dan Museum Perbatasan di Kecamatan Siantan Selatan, Selasa (3/2/2026).
Kunjungan kerja ini mengusung tema “Pengembangan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Guna Meningkatkan Kemandirian, Potensi, dan Keterampilan”. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama dalam mendorong pendidikan yang ramah, inklusif, serta berorientasi pada penguatan keterampilan dan kemandirian ABK.
TP-PKK Kabupaten Kepulauan Anambas dalam kegiatan ini diwakili oleh Sekretaris TP-PKK, Yenny Dwi Ningsih, S.H., M.H., bersama Tim Pokja II. Sementara Dekranasda KKA diwakili oleh Wakil Sekretaris, Hani Eska Saragih, beserta jajaran pengurus.
Adapun Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kepulauan Anambas dipimpin langsung oleh Ketua DWP KKA, Ny. Uray Dien Sutrisni Sahtiar, S.Sos., M.M., yang didampingi oleh Bidang Pendidikan. Kegiatan ini juga didampingi oleh Kepala Bidang Perindustrian DKUMPP Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Halim, S.Pd., serta Dewi Rahayu dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Anambas, Ny. Shinta Aneng, dalam pesannya menegaskan bahwa Anak Berkebutuhan Khusus memiliki potensi besar yang perlu didukung melalui pendidikan dan pendampingan yang tepat.
“Anak-anak berkebutuhan khusus adalah generasi yang memiliki keunikan dan potensi tersendiri. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang tepat, pendampingan berkelanjutan, serta kesempatan untuk mengembangkan keterampilan agar tumbuh mandiri, percaya diri, dan mampu berdaya di tengah masyarakat,” ujar Ny. Shinta Aneng.
Ia berharap sinergitas antara TP-PKK, Dekranasda, DWP, serta organisasi dan perangkat daerah lainnya dapat terus diperkuat melalui program-program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan pendidikan dan keterampilan ABK di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terbangun kolaborasi berkelanjutan antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif, sekaligus mendorong kemandirian dan masa depan yang lebih baik bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Kabupaten Kepulauan Anambas. (Red/Azmi)













