Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

Daerah

Pemko Tanjungpinang Matangkan Persiapan Sekolah Rakyat Gratis Berbasis Asrama

badge-check


					Gedung Sekolah Rakyat (SR) Rintisan 1c di Kota Tanjungpinang yang tengah dipersiapkan untuk program pendidikan gratis berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga miskin, Jum'at (8/9).(Foto: Istimewa) Perbesar

Gedung Sekolah Rakyat (SR) Rintisan 1c di Kota Tanjungpinang yang tengah dipersiapkan untuk program pendidikan gratis berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga miskin, Jum'at (8/9).(Foto: Istimewa)

Tanjungpinang – Hingga saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, terus mematangkan persiapan pembukaan Sekolah Rakyat (SR) rintisan 1c, yang merupakan program pendidikan gratis berbasis asrama (boarding school) untuk anak-anak dari keluarga miskin.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat mengatakan bahwa saat ini pemko masih menunggu penetapan Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Pusat terkait kapan pelaksanaannya.

Program SR rintisan ini dijadwalkan mulai berjalan pada September 2025. Tahap awal untuk 100 siswa, dengan rincian untuk pelajar SD 50 siswa, pelajar SMP 25 siswa dan sisanya pelajar SMA 25 siswa dengan empat rombongan belajar (rombel).

“Siswa SR Rintisan 1c di Tanjungpinang ini sudah ditetapkan melalui SK Wali Kota Tanjungpinang sebanyak 100 calon Peserta didik,” kata Zulhidayat.

Ia menerangkan, sebelumnya calon siswa yg ditetapkan ini sudah diverifikasi dan divalidasi oleh Dinas Sosial bersama pendamping sosial PKH, di semua kelurahan se-Kota Tanjungpinang. Calon siswa SR diprioritaskan bagi anak usia sekolah dari keluarga miskin, yg masuk desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Peserta didik ini sudah diseleksi melalui berbagai tahapan, mulai dari administrasi untuk memastikan bahwa mereka termasuk dalam desil 1 dan 2 DTSEN, kemudian kunjungan rumah, dan wawancara dengan orang tua,” paparnya.

Zulhidayat menegaskan, untuk saat ini sedang dipersiapkan Sarana dan Prasarana, yang saat ini sudah mencapai 85 persen. Begitu juga dengan persiapan pengusulan calon tenaga pendidik lainnya untuk SR, yaitu Tenaga Tata Usaha, Operator Dapodik, Bendahara Sekolah, Wali Asrama, Wali Asuh, Tenaga Kesehatan yang berasal dari Pemerintah Daerah melalui Redistribusi Penugasan PNS.

“Begitu juga dengan Tenaga Outsourcing lainnya seperti Tenaga Keamanan, Juru Masak dan Cleaning Service,” sebutnya.

Selain itu sambung Zulhidayat, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk peserta didik, yang dilaksanakan sebelum kegiatan MPLS. Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas terdekat dari Sekolah Rakyat. (Rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Soal DBH Migas, Pemkab Anambas Datangi Ditjen Migas ESDM

23 Januari 2026 - 21:13

Kasus Penganiayaan di Tarempa Barat Diselesaikan Damai, Polisi Kedepankan Restorative Justice

23 Januari 2026 - 09:42

Penanganan Limbah B3 di Batu Ampar, Bea Cukai Batam Mulai Reekspor Bertahap

23 Januari 2026 - 09:36

Perjuangkan Keadilan Fiskal, Bupati Anambas Audiensi dengan DJPK Kementerian Keuangan RI

22 Januari 2026 - 19:52

Bupati Aneng Bahas Arah Pembangunan Anambas Bersama Bappenas RI di Jakarta

22 Januari 2026 - 19:47

Trending di Anambas