Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

Daerah

Pernyataan Endipat Wijaya Tuai Respons dari PD HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan

badge-check


					Ketua Umum PD HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan, Muhammad Zhein Noor Ramadhan, Selasa(9/12). Perbesar

Ketua Umum PD HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan, Muhammad Zhein Noor Ramadhan, Selasa(9/12).

Tanjungpinang — Pimpinan Daerah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PD HIMA PERSIS) Tanjungpinang-Bintan memberikan teguran keras kepada Anggota DPR RI, Endipat Wijaya, atas pernyataannya yang menyindir dan meremehkan donasi relawan terkait penanganan banjir Sumatra.

Pernyataan Endipat yang membandingkan donasi relawan sebesar “Rp 10 miliar” dengan klaim pemerintah mengeluarkan dana “triliunan rupiah” dinilai sebagai bentuk arogansi verbal yang tidak semestinya diucapkan oleh seorang pejabat publik.

Ketua Umum PD HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan, Muhammad Zhein Noor Ramadhan, menegaskan bahwa Endipat telah gagal membaca suasana batin masyarakat.

“Ucapan Endipat Wijaya tidak hanya tidak sensitif tetapi melecehkan kerja relawan dan mengabaikan kenyataan bahwa masyarakat masih berteriak belum menerima bantuan. Pejabat publik semestinya hadir dengan empati, bukan dengan sindiran murahan,” tegas Zhein, Selasa (9/12/2025).

PD HIMA PERSIS menyebut tindakan Endipat sebagai bentuk arogan dalam berkomunikasi, karena menyamakan dua hal yang sama sekali tidak setara:

– Donasi relawan adalah gerakan solidaritas rakyat, uang rakyat, tenaga rakyat.

– Bantuan pemerintah adalah kewajiban negara, bukan kemurahan hati pejabat.

 

“Pejabat publik tidak berhak meremehkan donasi masyarakat hanya karena nilainya tidak sebesar anggaran negara. Justru relawan bergerak cepat ketika pemerintah lambat. Jangan balikkan fakta!” ujar Zhein.

PD HIMA PERSIS menegaskan bahwa unggahan para relawan, termasuk Ferry Irwandi, memperlihatkan secara gamblang bahwa:

– masih banyak warga yang belum menerima bantuan logistik,

– distribusi pemerintah tidak merata dan masyarakat sendiri yang menyampaikan keluhan tersebut langsung kepada relawan.

Maka, sindiran terhadap relawan adalah bentuk ketidakpekaan dan justru memperlihatkan jauhnya pejabat dari realitas lapangan.

PD HIMA PERSIS memperingatkan bahwa pejabat publik memiliki tanggung jawab moral menjaga ucapan. Bukan hanya soal etika, tetapi juga soal kepercayaan rakyat.

“Jangan berbicara seenaknya ketika masyarakat sedang berjuang menyelamatkan diri dan keluarganya. Ucapan seperti itu hanya memperdalam luka masyarakat,” kata Zhein.

PD HIMA PERSIS menegaskan bahwa relawan bukan kompetitor pemerintah. Mereka hadir justru karena pemerintah belum sepenuhnya hadir.

“Jangan sampai negara absen, lalu relawan pula yang disindir. Itu tidak bisa dibiarkan. Kami mengecam keras pernyataan tersebut,” tutup Zhein. (Reza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perjuangkan Keadilan Fiskal, Bupati Anambas Audiensi dengan DJPK Kementerian Keuangan RI

22 Januari 2026 - 19:52

Bupati Aneng Bahas Arah Pembangunan Anambas Bersama Bappenas RI di Jakarta

22 Januari 2026 - 19:47

Kajati Kepri Resmi Lantik Asisten Pemulihan Aset Baru

22 Januari 2026 - 18:08

Dinkes Anambas: Operasional RSUD Baru Masih Menunggu Persetujuan Pusat

22 Januari 2026 - 17:51

Upaya Berkelanjutan Pemkab Anambas, Layanan Internet BAKTI Kembali Aktif di 17 Lokasi

22 Januari 2026 - 17:47

Trending di Daerah