Menu ✖

Mode Gelap
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ribuan Warga Batam Tumpahkan Kegembiraan Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga

Daerah

Pernyataan Endipat Wijaya Tuai Respons dari PD HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan

badge-check


					Ketua Umum PD HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan, Muhammad Zhein Noor Ramadhan, Selasa(9/12). Perbesar

Ketua Umum PD HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan, Muhammad Zhein Noor Ramadhan, Selasa(9/12).

Tanjungpinang — Pimpinan Daerah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PD HIMA PERSIS) Tanjungpinang-Bintan memberikan teguran keras kepada Anggota DPR RI, Endipat Wijaya, atas pernyataannya yang menyindir dan meremehkan donasi relawan terkait penanganan banjir Sumatra.

Pernyataan Endipat yang membandingkan donasi relawan sebesar “Rp 10 miliar” dengan klaim pemerintah mengeluarkan dana “triliunan rupiah” dinilai sebagai bentuk arogansi verbal yang tidak semestinya diucapkan oleh seorang pejabat publik.

Ketua Umum PD HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan, Muhammad Zhein Noor Ramadhan, menegaskan bahwa Endipat telah gagal membaca suasana batin masyarakat.

“Ucapan Endipat Wijaya tidak hanya tidak sensitif tetapi melecehkan kerja relawan dan mengabaikan kenyataan bahwa masyarakat masih berteriak belum menerima bantuan. Pejabat publik semestinya hadir dengan empati, bukan dengan sindiran murahan,” tegas Zhein, Selasa (9/12/2025).

PD HIMA PERSIS menyebut tindakan Endipat sebagai bentuk arogan dalam berkomunikasi, karena menyamakan dua hal yang sama sekali tidak setara:

– Donasi relawan adalah gerakan solidaritas rakyat, uang rakyat, tenaga rakyat.

– Bantuan pemerintah adalah kewajiban negara, bukan kemurahan hati pejabat.

 

“Pejabat publik tidak berhak meremehkan donasi masyarakat hanya karena nilainya tidak sebesar anggaran negara. Justru relawan bergerak cepat ketika pemerintah lambat. Jangan balikkan fakta!” ujar Zhein.

PD HIMA PERSIS menegaskan bahwa unggahan para relawan, termasuk Ferry Irwandi, memperlihatkan secara gamblang bahwa:

– masih banyak warga yang belum menerima bantuan logistik,

– distribusi pemerintah tidak merata dan masyarakat sendiri yang menyampaikan keluhan tersebut langsung kepada relawan.

Maka, sindiran terhadap relawan adalah bentuk ketidakpekaan dan justru memperlihatkan jauhnya pejabat dari realitas lapangan.

PD HIMA PERSIS memperingatkan bahwa pejabat publik memiliki tanggung jawab moral menjaga ucapan. Bukan hanya soal etika, tetapi juga soal kepercayaan rakyat.

“Jangan berbicara seenaknya ketika masyarakat sedang berjuang menyelamatkan diri dan keluarganya. Ucapan seperti itu hanya memperdalam luka masyarakat,” kata Zhein.

PD HIMA PERSIS menegaskan bahwa relawan bukan kompetitor pemerintah. Mereka hadir justru karena pemerintah belum sepenuhnya hadir.

“Jangan sampai negara absen, lalu relawan pula yang disindir. Itu tidak bisa dibiarkan. Kami mengecam keras pernyataan tersebut,” tutup Zhein. (Reza)

Baca Lainnya

Sekda Anambas Luncurkan Dashboard SILINA MANJA untuk Perkuat Kinerja OPD

23 Oktober 2026 - 21:54

Bupati Anambas Sampaikan Jawaban Pemerintah atas Pandangan Fraksi soal APBD Anambas 2027

22 Oktober 2026 - 19:43

DPRD Anambas Bahas APBD 2027, Fraksi PKAD Soroti Ketergantungan Dana Pusat

22 Oktober 2026 - 17:36

Pemkab dan DPRD Anambas Bahas Rancangan APBD 2027

21 Oktober 2026 - 21:24

Bupati Aneng Tinjau Kedatangan Mesin PLTD, Upayakan Listrik Anambas Lebih Andal

21 Oktober 2026 - 15:34

Trending di Daerah