Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

Daerah

PSMM Tanjungpinang Bergerak! Galang Dana untuk Korban Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar: “Ini Duka Kita Semua”

badge-check


					Pengurus dan relawan Perserikatan Sosial Minang Maimbau (PSMM) Tanjungpinang berfoto bersama sebelum turun ke lapangan menggalang dana untuk korban banjir besar di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, Rabu(3/12) Perbesar

Pengurus dan relawan Perserikatan Sosial Minang Maimbau (PSMM) Tanjungpinang berfoto bersama sebelum turun ke lapangan menggalang dana untuk korban banjir besar di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, Rabu(3/12)

Tanjungpinang — Tiga provinsi di Pulau Sumatra sedang berduka. Banjir besar dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, meninggalkan jejak kerusakan parah, ribuan rumah hanyut, hingga warga yang kehilangan anggota keluarga. Di tengah kabar pilu itu, solidaritas mengalir dari Kota Tanjungpinang, Rabu(3/12/2025).

Flyer resmi PSMM Tanjungpinang yang mengajak masyarakat turut serta dalam aksi kemanusiaan bagi korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Melalui gerakan ini, warga di perantauan diharapkan dapat meringankan beban para penyintas bencana.

Perserikatan Sosial Minang Maimbau (PSMM) Kota Tanjungpinang turun ke jalan menggelar aksi galang dana kemanusiaan yang dipimpin Koordinator Lapangan Riswandi, S.Ag. Aksi ini sudah berlangsung sejak Sabtu (29/11/2025) dan dilakukan secara resmi setelah mendapatkan izin dari Kapolresta Tanjungpinang dan Dinas Sosial Kota Tanjungpinang.

“Kami melakukan ini karena hati kami terpanggil. Apa yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah duka kita bersama,” ujar Riswandi dengan mata berkaca-kaca.

Bencana Besar di Tiga Provinsi: Rumah Hanyut, Akses Terputus, Ribuan Mengungsi

Curah hujan ekstrem memicu banjir bandang dan longsor di berbagai wilayah. Sungai meluap, jalan terputus, jembatan roboh, dan kawasan pemukiman rata dengan lumpur.

Aceh: banyak wilayah terendam, akses transportasi terputus, ratusan warga terpaksa dievakuasi dalam kondisi mendesak.

Sumatera Utara: menjadi wilayah dengan dampak terparah korban jiwa meningkat, sejumlah desa terisolasi, dan operasi pencarian masih terus dilakukan.

Sumatera Barat: banjir bandang menerjang permukiman, menghanyutkan rumah, dan merusak fasilitas umum.

Posko darurat kini dibanjiri pengungsi: anak-anak, lansia, hingga ibu yang menggendong bayi, semuanya berharap bantuan cepat datang.

Aksi Kemanusiaan yang Menggerakkan Hati Warga Tanjungpinang

Seorang warga pasar memasukkan donasi ke dalam kotak amal saat Relawan PSMM Tanjungpinang melakukan penggalangan dana untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Di tengah lalu lalang kendaraan dan aktivitas warga, para relawan PSMM berdiri dengan kotak amal dan spanduk besar bertuliskan “Peduli Bencana Sumatra”. Masyarakat terlihat antusias mulai dari pelajar, pedagang, hingga pengendara yang melintas  semuanya ikut menyumbang.

“Ada bapak-bapak buruh harian yang datang hanya untuk menyumbangkan Rp 10 ribu. Katanya ini untuk saudara yang sedang kesusahan. Itu sangat menyentuh,” cerita Riswandi.

PSMM memastikan setiap donasi akan disalurkan ke titik-titik terdampak paling parah melalui jalur resmi agar tepat sasaran dan tidak terhambat birokrasi.

Ajakan Terbuka untuk Semua Masyarakat

PSMM Tanjungpinang berharap gerakan kecil ini bisa menjadi energi besar untuk membantu sesama.

“Kami mengajak semua pihak ikut bergerak. Sedikit dari kita, sangat berarti bagi saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” ujar Riswandi.

Ia menegaskan bahwa bencana ini bukan hanya milik satu daerah, tetapi bencana kemanusiaan yang harus ditangani bersama. (Reza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasus Penganiayaan di Tarempa Barat Diselesaikan Damai, Polisi Kedepankan Restorative Justice

23 Januari 2026 - 09:42

Penanganan Limbah B3 di Batu Ampar, Bea Cukai Batam Mulai Reekspor Bertahap

23 Januari 2026 - 09:36

Perjuangkan Keadilan Fiskal, Bupati Anambas Audiensi dengan DJPK Kementerian Keuangan RI

22 Januari 2026 - 19:52

Bupati Aneng Bahas Arah Pembangunan Anambas Bersama Bappenas RI di Jakarta

22 Januari 2026 - 19:47

Kajati Kepri Resmi Lantik Asisten Pemulihan Aset Baru

22 Januari 2026 - 18:08

Trending di Daerah