Batam – Semangat restorasi lingkungan mewarnai awal tahun 2026 di Kota Batam. Green Democracy Institute resmi menggelar kegiatan bertajuk Green Network in Action di Kecamatan Nongsa dengan melibatkan ratusan anak muda dan berbagai elemen masyarakat, Minggu (8/2/2026).
Berkolaborasi dengan mitra lokal strategis di Kepulauan Riau seperti WCD Batam, GM3F Batam, Forum OSIS Batam, serta sejumlah organisasi kepemudaan lainnya, kegiatan ini berhasil memobilisasi kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Sekitar 300 peserta yang terdiri dari pelajar, komunitas, organisasi kepemudaan, Lembaga Adat Melayu (LAM), hingga jajaran Polsek Nongsa turut ambil bagian dalam aksi tersebut. Kegiatan ini juga dihadiri dan didukung oleh Staf Khusus Ketua DPD RI, Brigjen Esmed Eryadi, yang mewakili Ketua DPD RI sekaligus Pembina Green Democracy Institute.
Kegiatan ini adalah respons langsung terhadap Instruksi Presiden terkait pemulihan ekosistem. Kita tidak hanya menanam, tapi juga melakukan ‘klinik pantai’ untuk memastikan lingkungan kita tetap sehat dan berfungsi sebagai penopang ekonomi masyarakat pesisir. Kegiatan ini juga adalah rangkaian lanjutan dimana green democracy institute sudah konsisten menyelenggarakan kegiatan serupa sesuai arahan dan intruksi dari pembina, Sultan Baktiar Najamudin
Aksi ini merupakan bentuk implementasi atas Instruksi Presiden Prabowo dalam upaya pemulihan ekosistem. Fokus utama kegiatan meliputi pembersihan sampah plastik dan limbah di sepanjang dua kilometer garis pantai Nongsa, serta restorasi ekosistem melalui penanaman 300 bibit mangrove dan 40 pohon lamun guna memperkuat sabuk hijau pesisir.
Keterlibatan hampir 10 komunitas di Batam menunjukkan bahwa isu lingkungan membutuhkan pendekatan multisektoral. Sinergi ini memadukan visi kebijakan makro dengan pemahaman kondisi geografis lokal di wilayah Batam dan sekitarnya.
Pasca kesuksesan di Batam, Green Network In Action Kepri di bawah naungan Green Democracy Institute memiliki visi besar untuk melakukan ekspansi ke seluruh pelosok Nusantara. Ucap Dani Fazli, S.T selaku Board of Green Democracy Institue bersama Alfonco Van Richo Marbun, S.H selaku Regional of Green Democracy Institue Kepulauan Riau.
Dengan memperluas jejaring ke seluruh provinsi, Green Network in Action diharapkan mampu menciptakan gerakan lingkungan yang terstruktur, masif, serta berdampak jangka panjang bagi ketahanan iklim Indonesia di masa depan. (Tumarmi)













