Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

News

Skandal Akun Maxim Bandara Batam: Driver Teriak Dirugikan, Vendor dan Mantan Pegawai Saling Bongkar

badge-check


					Branding Stiker Maxim yang terpasang disalah satu mobil pengemudi. Foto (Ist) Perbesar

Branding Stiker Maxim yang terpasang disalah satu mobil pengemudi. Foto (Ist)

Gennews.id, Batam – Polemik dugaan penyalahgunaan akun Maxim berlisensi khusus Bandara Internasional Hang Nadim Batam memasuki babak baru. Para driver transportasi online di Batam menuding adanya “akun siluman” yang seharusnya hanya berlaku di dalam kawasan bandara, namun justru digunakan bebas di luar. Praktik ini dianggap sebagai bentuk kecurangan yang membuat penghasilan para driver reguler anjlok.

Rivani, driver Maxim yang sehari-hari menggantungkan hidup dari transportasi online, mengaku sangat kecewa.

“Kami tentu kecewa. Bandara itu sudah lock area, artinya driver reguler tidak bisa ambil order di dalam bandara. Tapi sekarang malah ada akun-akun berlisensi yang bisa dipakai di luar bandara. Itu jelas kecurangan. Apalagi ada isunya stiker resminya diakali dengan menggunakan stiker magnet, sementara kami diwajibkan pasang full stiker. Kami minta pihak berwenang segera turun tangan,” tegas Rivani, Jumat (29/8).

Ratusan Akun Diblokir, Driver Menggeruduk Kantor Maxim

Ketegangan memuncak setelah beredar kabar bahwa sekitar kurang lebih 100 an akun Maxim Berlisensi diblokir sepihak oleh PT Rifim Internasional Gemilang, vendor resmi Maxim di bandara. Merasa dirugikan, belasan pengemudi mendatangi kantor Maxim Batam pada Rabu (27/8) untuk meminta penjelasan.

Safrizal, salah satu perwakilan driver, mempertanyakan komitmen Maxim terhadap aturan.

“Terlepas dari kontrak BIB dengan vendor, pertanyaan kami sederhana, boleh atau tidak akun itu dipakai di luar bandara? Kalau tidak boleh, kenapa bisa beredar? Jangan sampai driver reguler jadi korban kebijakan yang tidak transparan,” kata Safrizal.

Pihak Maxim Batam Mengaku “Baru Tahu”

Franstito, Kepala Cabang Maxim Batam, mengaku tidak mengetahui soal beredarnya akun lisensi di luar bandara.

“Soal akun lisensi dipakai di luar bandara, saya baru tahu dari teman-teman driver. Kalau memang ada, itu jelas tidak sesuai SOP. Tapi bisa jadi vendor sudah berkomunikasi dengan Maxim pusat. Saya akan pelajari dulu kasus ini,” ujar Tito.

Dalam pertemuan itu, Tito langsung menghubungi Direktur PT Rifim Internasional Gemilang, Boby Rahman, untuk klarifikasi.

Kantor Maxim Batam. Foto : (Ist)

Vendor Saling Lempar Kesalahan

Boby Rahman membantah terlibat dan justru menyalahkan mantan koordinatornya, Taufik.

“Akun-akun itu dulunya dibuat oleh Taufik. Saya tidak pegang sistem, itu admin yang urus. Mungkin ada kelalaian. Saya juga tidak pernah menerima pembayaran apapun. Kalau benar saya menerima, saya pindah agama,” kata Boby.

Namun Taufik, yang turut hadir dikantor Maxim itu, justru membalikkan tuduhan.

“Saya tidak dipecat, saya yang mengundurkan diri. Justru saya dapat perintah dari Bapak (Boby) untuk membuat akun bandara yang dipakai di luar. Dashboard pun dibuat oleh Bapak sendiri,” ungkap Taufik, yang berbicara langsung kepada Boby melalui telepon di hadapan driver dan pihak Maxim.

ADOB: “Ada yang Tidak Beres”

Aliansi Driver Online Batam (ADOB) ikut angkat suara. Ketua Umum ADOB, Djafri Rajab, menilai kasus ini bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan persoalan serius yang bisa mengguncang kepercayaan publik terhadap penyelenggara transportasi online di Batam.

“Beredarnya informasi soal pemblokiran massal akun berlisensi di luar bandara makin menunjukkan ada yang tidak beres. Kalau dibiarkan, situasi ini bisa memicu kegaduhan lebih besar,” kata Djafri usai doa bersama di Lapangan Tembak Polresta Barelang, Jumat (29/8) malam.

Djafri menegaskan ADOB siap mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Kami masih mengedepankan komunikasi, tapi kalau tidak ada langkah nyata, kami siap turun aksi. Negara harus hadir, jangan membisu. Kami pertimbangkan aksi unjuk rasa ke kantor aplikasi, Pemko Batam, BP Batam hingga Graha Kepri,” tegasnya.

Tangkapan layar video yang menunjukkan Branding Stiker Maxim Car Airport yang diakali dengan menggunakan lapisan stiker magnet. Foto : Ist

ADOB Apresiasi Taufik

Dalam kesempatan yang sama, Djafri juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Taufik, mantan koordinator PT Rifim Internasional Gemilang, yang berani membongkar praktik-praktik dugaan kecurangan.

“Kami sangat mengapresiasi keberanian saudara Taufik. Tidak mudah melawan arus dan membuka praktik yang selama ini ditutupi. Kejujuran seperti ini penting agar publik tahu bahwa ada masalah serius di tubuh vendor,” ujar Djafri.

ADOB menilai keberanian Taufik sebagai momentum untuk mendorong perbaikan ekosistem transportasi online di Batam.

“Apa yang dilakukan Taufik harus menjadi contoh bahwa driver maupun mantan pekerja punya hak untuk bersuara. Kami akan melindungi siapa saja yang berani mengungkap kebenaran,” tambah Djafri.

Ancaman Gejolak Lebih Besar

Hingga kini, belum ada kejelasan dari Maxim pusat mengenai status akun lisensi bandara. Namun, desakan dari driver, ADOB, dan publik semakin kuat.

Kasus ini juga dipandang sebagai “puncak gunung es” dari persoalan lebih luas: ketidakjelasan tarif, aturan titik jemput di bandara, hingga lemahnya pengawasan pemerintah terhadap operasional transportasi online.

Jika tidak segera ada langkah tegas, polemik akun Maxim bandara bisa menjelma menjadi gejolak besar di lapangan, membuka luka lama antara driver online reguler dengan sistem transportasi yang dianggap tidak adil. (W)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Aneng Bahas Arah Pembangunan Anambas Bersama Bappenas RI di Jakarta

22 Januari 2026 - 19:47

Kajati Kepri Resmi Lantik Asisten Pemulihan Aset Baru

22 Januari 2026 - 18:08

Dinkes Anambas: Operasional RSUD Baru Masih Menunggu Persetujuan Pusat

22 Januari 2026 - 17:51

Upaya Berkelanjutan Pemkab Anambas, Layanan Internet BAKTI Kembali Aktif di 17 Lokasi

22 Januari 2026 - 17:47

Di Tengah Proses Audit, Perkara Pasar Puan Ramah Masuk Radar KPK

22 Januari 2026 - 13:45

Trending di Daerah