Anambas, (Adv) – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menegaskan komitmennya untuk memperbaiki kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menjelang tahun 2026. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembina apel pada Upacara Hari Kesadaran Nasional, Rabu (17/12/2025), di halaman Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Pasir Peti.
Dalam sambutannya, Aneng mengingatkan bahwa tahun 2025 akan segera berakhir dan seluruh ASN diharapkan menjadikan tahun 2026 sebagai momentum perubahan ke arah yang lebih baik.
“Beberapa hari lagi kita akan mengakhiri tahun 2025 dan masuk ke tahun 2026. Harapan saya, tahun depan kita semua bisa menjadi lebih baik dari tahun ini,” ujar Aneng.
Ia menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap daerah, bukan sekadar menjalankan tugas sebagai ASN, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Kepulauan Anambas.
“Atas nama Pemerintah Daerah, kami berharap bapak dan ibu ASN benar-benar merasa memiliki Kabupaten Kepulauan Anambas, bukan hanya sebagai ASN atau pengabdi negara, tetapi mengabdi dengan hati yang paling dalam untuk pemerintah dan masyarakat,” katanya.
Aneng mengungkapkan bahwa selama kurang lebih sepuluh bulan menjabat, ia masih kerap menemukan ASN yang tidak disiplin, terutama berada di kedai kopi, warung, atau nongkrong di berbagai tempat pada jam kerja dengan mengenakan seragam dinas.
“Pada hari kerja saya masih melihat banyak ASN yang nongkrong di kedai kopi, di warung, bahkan duduk di mana-mana. Tolong, di tahun 2026 hal ini kita perbaiki,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh ASN untuk melakukan introspeksi diri dan memberikan teladan yang baik bagi generasi muda.
“Kita memang tidak sempurna, tapi kalau kita mengabdikan diri, berikan contoh yang baik kepada anak-anak kita, bukan contoh yang tidak baik,” lanjutnya.
Bupati juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah bersama Wakil Bupati untuk memperbaiki sistem pembayaran gaji dan tunjangan ASN agar tidak lagi mengalami keterlambatan pada tahun 2026. Namun, komitmen tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab dan kedisiplinan ASN dalam bekerja.
“Kami berkomitmen agar gaji dan tunjangan tidak telat, tapi kami juga minta komitmen bapak dan ibu, jangan ada yang bekerja sambil main-main,” katanya.
Aneng mengingatkan bahwa gaji yang diterima ASN berasal dari uang rakyat dan negara, sehingga harus dibalas dengan pengabdian yang sungguh-sungguh.
“Ingat, apa yang kita makan hari itu adalah hasil dari keringat kita. Duit itu duit masyarakat, duit negara. Maka mengabdilah sesuai fungsi dan pekerjaan kita,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Aneng berpesan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar bekerja dengan ikhlas, menghindari kepentingan pribadi, tidak saling menjatuhkan, tidak mencari muka, dan tidak berorientasi pada kekuasaan.
“Kita masih punya sisa waktu menjelang tahun 2026. Mari kita bercermin dari tahun 2025 dan memperbaiki diri. Bekerjalah dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya. (Azmi)













