Menu

Mode Gelap
Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi Sekda Batam Sambut Kepulangan 442 Jemaah Haji: Semoga Menjadi Haji Mabrur Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemko Batam Teguhkan Komitmen Jaga Kerukunan dan Persatuan residen Prabowo Serahkan Hewan Kurban untuk Warga Batam, Pemko Ajak Perkuat Solidaritas

Daerah

Generasi Muda Anambas Dorong Penguatan Demokrasi Lokal dan Ruang Aspirasi Publik

badge-check


					Peserta Focus Group Discussion (FGD) pemetaan demokrasi Kabupaten Kepulauan Anambas berfoto bersama usai diskusi mengenai partisipasi generasi muda dan penguatan demokrasi lokal di Pekanbaru, Kamis (4/6/2026). Perbesar

Peserta Focus Group Discussion (FGD) pemetaan demokrasi Kabupaten Kepulauan Anambas berfoto bersama usai diskusi mengenai partisipasi generasi muda dan penguatan demokrasi lokal di Pekanbaru, Kamis (4/6/2026).

Pekanbaru – Generasi muda Kabupaten Kepulauan Anambas mendorong penguatan ruang partisipasi publik, konsolidasi anak muda, dan pembangunan demokrasi lokal yang lebih inklusif serta berkelanjutan.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan mahasiswa asal Kabupaten Kepulauan Anambas di Pekanbaru, Kamis (4/6/2026). Kegiatan itu menjadi ruang diskusi bersama untuk memetakan berbagai tantangan demokrasi lokal yang dirasakan generasi muda.

Diskusi membahas sejumlah isu, mulai dari partisipasi publik, ruang penyampaian aspirasi, peran media dan ruang digital, hingga keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah.

Hasil pemetaan menunjukkan bahwa tantangan demokrasi lokal tidak hanya berkaitan dengan kebijakan dan tata kelola pemerintahan, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengakses ruang partisipasi dan menyampaikan aspirasi secara bermakna.

Peserta FGD menilai generasi muda Anambas masih memiliki kepedulian terhadap persoalan daerah. Namun kepedulian tersebut dinilai belum terhubung dalam gerakan kolektif yang mampu memperkuat keterlibatan anak muda dalam ruang demokrasi lokal.

Selain itu, kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai daerah kepulauan dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam membangun komunikasi dan konsolidasi antargenerasi muda. Keterbatasan ruang partisipasi yang berkelanjutan juga menyebabkan berbagai gagasan dan aspirasi belum sepenuhnya terakomodasi dalam ruang publik.

Fasilitator FGD, Survia Eva Putriani, mengatakan generasi muda Anambas sejatinya masih memiliki perhatian terhadap perkembangan daerah.

“Generasi muda Anambas sebenarnya masih memiliki kepedulian terhadap daerahnya. Tantangannya bukan terletak pada ada atau tidaknya kepedulian tersebut, melainkan bagaimana kepedulian itu dapat dipertemukan, diperkuat, dan dihubungkan dalam ruang kolektif yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, peserta mengidentifikasi lima isu strategis yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, lemahnya konsolidasi generasi muda dalam membangun ruang demokrasi lokal secara kolektif dan berkelanjutan.

Kedua, minimnya forum partisipasi yang melibatkan generasi muda dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan daerah. Ketiga, kuatnya pengaruh relasi sosial dan kultur masyarakat yang dalam kondisi tertentu memengaruhi keberanian anak muda menyampaikan kritik.

Keempat, terbatasnya ekosistem informasi publik yang mampu mendorong diskusi kritis, edukasi demokrasi, dan keterlibatan warga. Kelima, masih lemahnya tindak lanjut terhadap aspirasi generasi muda yang berpotensi menimbulkan sikap pesimis dan menurunkan partisipasi publik.

Sebagai tindak lanjut, peserta FGD mendorong penguatan ruang dialog publik yang lebih terbuka, peningkatan pendidikan demokrasi dan literasi publik, serta kolaborasi yang lebih kuat antara generasi muda, media, akademisi, komunitas, masyarakat sipil, dan pemerintah daerah.

Selain itu, peserta juga mengusulkan pengembangan program jurnalistik dan media warga sebagai sarana edukasi publik, dokumentasi isu daerah, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi lokal.

Rekomendasi yang dihasilkan dari FGD tersebut diharapkan menjadi dasar penguatan kolaborasi lintas sektor untuk membangun ruang demokrasi lokal yang lebih partisipatif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas. (Azmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bangun SDM Unggul, Pemda Anambas Jalin Kemitraan Strategis dengan Universitas Budi Luhur

5 Juni 2026 - 20:01

Ketua Kwarcab Anambas: Kwarran dan Mabiran Ujung Tombak Pembinaan Pramuka

5 Juni 2026 - 11:56

Pemda Anambas Perjuangkan Kemudahan KKPRL dan Akses Nelayan di Kawasan Konservasi

5 Juni 2026 - 11:27

Jeprizal Dorong Lulusan SMPN 2 Siantan Kuasai Coding dan Pemrograman

4 Juni 2026 - 13:56

79 Siswa Lulus 100 Persen, SMPN 2 Siantan Berpesan: Raih Cita-cita dan Kembali Bangun Anambas

4 Juni 2026 - 12:57

Trending di Daerah