Anambas — Bupati Kepulauan Anambas Aneng mengungkap perjuangannya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam menyelesaikan persoalan pembayaran Gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN).
Hal tersebut disampaikan Aneng saat memberikan arahan dalam apel bersama ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (10/8/2026).
Dalam pidatonya, Aneng mengatakan dirinya banyak menerima keluhan dan kegundahan dari ASN, termasuk terkait Gaji ke-13 yang sebelumnya belum disalurkan.
“Saya sudah banyak mendengar keluh kesah dan kegundahan dari bawah. Banyak saya dengar masalah Gaji ke-13 yang belum kita salurkan,” ujar Aneng.
Menurut Aneng, dirinya bersama jajaran pemerintah daerah harus beberapa kali melakukan koordinasi ke Jakarta maupun ke luar daerah untuk memperjuangkan berbagai kepentingan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Ia menyadari perjalanan tersebut sempat mendapat sorotan karena dinilai menghabiskan anggaran daerah. Namun, Aneng menegaskan setiap langkah yang dilakukan pemerintah daerah memiliki tujuan untuk kepentingan masyarakat.
“Kami bolak-balik ke Jakarta, ke luar daerah, dianggap kami menghambur-hamburkan uang, menghabiskan anggaran. Saya tahu. Bisa cek apakah uang pribadi saya yang keluar atau uang negara,” katanya.
Aneng mengatakan dirinya tidak ingin memperpanjang persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah niatnya dalam menjalankan amanah sebagai kepala daerah.
“Yang penting saya sama Tuhan tahu bahwa niat tulus ikhlas saya membangun Anambas bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk semua saudara saya yang 50 ribu lebih itu,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Aneng juga menyampaikan komitmennya untuk terus bekerja membangun Kabupaten Kepulauan Anambas meski menghadapi berbagai tantangan.
“Karena saya untuk membangun Anambas ini, saya sudah istiqomah diri saya. Walaupun hujan, ribut, angin, tetap saya arungi. Susah dan payah pasti saya arungi,” katanya.
Aneng kemudian menggunakan perumpamaan orang tua dan anak untuk menggambarkan komitmennya terhadap ASN dan masyarakat.
“Cuma niat tekad saya satu, Bapak dan Ibu. Saya tidak mau makan daging, sementara Bapak dan Ibu makan nasi dan garam. Tapi saya ikhlas kalau saya makan nasi dan garam, asal Ibu dan Bapak semua makan daging,” ujarnya yang disambut tepuk tangan ASN.
Pernyataan tersebut mendapat respons dari salah seorang ASN, Khairol. Ia menyebut persoalan Gaji ke-13 selama ini menjadi salah satu hal yang ditunggu-tunggu oleh jajaran organisasi perangkat daerah.
“Sama-sama ini kita tunggu-tunggu oleh semua OPD. Akhirnya hari ini terjawab sudah semua,” kata Khairol.
Ia mengaku terharu karena pertanyaan mengenai kapan Gaji ke-13 dibayarkan akhirnya mendapatkan jawaban.
“Pertanyaan-pertanyaan kemarin, ‘Kapan, kapan, kapan gaji 13 keluar?’, akhirnya hari ini merupakan sebuah jawaban yang betul-betul sangat terharu, nggak bisa diucapkan kata-kata,” ujarnya.
Khairol kemudian menyampaikan apresiasi kepada Bupati Aneng yang dinilai telah memperjuangkan kepentingan masyarakat dan ASN Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Terima kasih Bapak Bupati yang telah memperjuangkan masyarakat Anambas dan telah memperjuangkan staf-staf ataupun OPD-OPD lainnya,” katanya.
Ia berharap Bupati Aneng senantiasa diberikan kesehatan dan dapat terus membawa Kabupaten Kepulauan Anambas menuju kemajuan.
“Semoga sehat selalu, sukses selalu Pak Bupati ke depannya. Semoga Anambas tetap maju, tetap jaya. Anambas Energi Baru, Anambas Maju!” tutupnya.













