Anambas — Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menegaskan bantuan sembako dari Presiden RI harus dibagikan secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan.
Hal tersebut disampaikan Aneng saat memberikan sambutan dalam penyerahan simbolis 100 paket sembako Bantuan Presiden di Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri tokoh agama, Kepala Bulog, Kepala Desa Tarempa Barat, Ketua TP PKK, tokoh masyarakat, Babinsa, serta warga penerima bantuan.
Bupati Aneng mengatakan pembagian bantuan tersebut sengaja dilakukan secara merata agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
“Terima kasih banyak atas kehadirannya. Kemarin ini kita diberi kesempatan bertatap muka. Dan ini memang inisiatif saya, karena bantuan kemarin itu dibagi cuma di Kelurahan saja,” ujar Aneng.
Menurutnya, bantuan yang diterima masyarakat tidak harus dalam jumlah besar, namun yang terpenting dapat dirasakan oleh seluruh warga yang membutuhkan.
“Jadi saya bilang ini semua saudara kita, banyak sama dikenyang, sikit sama dirasa. Supaya jangan ada yang bilang, saya tidak dapat. Biar sedikit tapi terbagi semua. Kita ini anak beranak, ada beradik,” tegasnya.
Aneng menyebut bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat, khususnya yang berada di wilayah perbatasan.
“Bapak Ibu, inilah bentuk kepedulian pemerintah. Berarti kita semua ada di hati beliau (Presiden),” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Aneng juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan Presiden RI agar dapat berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Maka hari ini kita merasa dulu rezeki dari beliau, tunggu beberapa hari lagi beliau menginjakkan kaki di Anambas. Itu harapan kita,” ujarnya.
“Saya sudah pasti bermimpi kapan bisa Presiden bersentuhan tangan dengan kita, kapan bisa menginjakkan kaki di Anambas. Ayo bersama-sama berdoa untuk beliau supaya sehat walafiat sampai di Anambas,” lanjutnya.
Aneng mengaku telah melakukan komunikasi terkait rencana kunjungan Presiden ke Anambas. Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu kepastian jadwal dari Istana.
“Termasuk saya Bapak Ibu belum berani janji. Tadi saya konsultasi, masih dalam agenda. Saya mohon doanya, semoga dalam bulan ini beliau meringankan kaki untuk menengok kita di pulau terluar ini,” pungkasnya.
Kegiatan penyerahan bantuan tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara Bupati Aneng, Wakil Bupati Raja Bayu Febri Gunadian, Forkopimcam, jajaran pemerintah desa, serta warga penerima bantuan. (Azmi)












