Anambas – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengungkapkan kondisi keuangan daerah saat berdialog dengan masyarakat Desa Tarempa Barat Daya, Kamis (8/10/2026).
Dalam kegiatan penyerahan bantuan sembako dari Presiden RI Prabowo Subianto tersebut, Aneng mengatakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menanggung utang hampir Rp100 miliar ketika dirinya mulai bertugas pada 5 Maret 2025.
“Saya masuk tanggal 5 Maret 2025 sampai di Anambas, kami sudah menanggung utang kurang lebih dari 100 miliar. Alhamdulillah bulan 9 tanggal 1 lunas utang itu semua,” ujar Aneng.
Menurutnya, penyelesaian utang tersebut menjadi bagian dari kondisi keuangan yang harus diperhitungkan pemerintah daerah dalam menyusun prioritas anggaran, termasuk untuk pembangunan infrastruktur.
Aneng menjelaskan, anggaran daerah pada 2026 hingga 2027 belum memungkinkan pembangunan jalan dilakukan secara masif karena pemerintah harus memenuhi belanja wajib, terutama gaji aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
“Kami prioritaskan gaji ASN, gaji PPPK, tunjangan semua itu hampir Rp500 miliar lebih, sementara yang kita kelola kurang Lebih Rp719 miliar,” jelasnya.
Ia menyebutkan, jumlah ASN dan PPPK di lingkungan Pemkab Kepulauan Anambas mencapai sekitar 5.400 orang. Untuk memenuhi kewajiban pembayaran gaji mereka, pemerintah daerah harus mengalokasikan sekitar Rp45 miliar setiap bulan.
“Kalau saya bangunkan jalan, maka 5.400 ASN kita tidak bergaji. Macam mana anaknya nak sekolah? Macam mana anaknya nak kuliah? Macam mana dia bayar sewa rumah? Itu yang ada di kepala saya,” tuturnya.
Aneng menggambarkan keputusan penganggaran tersebut sebagai tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar para pegawai tetap terpenuhi, sekaligus menjaga perputaran ekonomi masyarakat.
“Dari Rp45 miliar setiap bulan itu, sampai ke warung-warung semua dapat rezeki. Kalau saya bangun jalan, yang dapat cuma satu dua kontraktor. Tapi kalau 5.400 ASN gajian, kuali pun terbang di rumah-rumah,” kata Aneng.
Ia juga mengibaratkan dirinya sebagai seorang ayah yang harus mengutamakan kebutuhan dan masa depan anak-anaknya.
“Sebagai bapak tak mungkin melihat anaknya makan ikan asin dengan air. Orang tua tidak akan mau lihat anaknya susah. Biar bapaknya mencangkul, yang penting anaknya sekolah dan masa depannya terjaga,” tambahnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Aneng mengatakan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Anambas tetap berjalan melalui dukungan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Sejumlah pembangunan yang disebutnya mendapat dukungan pemerintah pusat meliputi pembangunan ABBN, pelabuhan, rumah sakit, dan sekolah rakyat.
Pada kesempatan itu, Aneng juga mengingatkan bahwa jabatan kepala daerah merupakan amanah masyarakat yang harus dijalankan selama masa kepemimpinannya.
“Kita doakan siapa yang menang itu saudara kita semua. Pemilihan itu tergantung Tuhan. Karena Bapak-Ibu percaya dengan saya, maka amanah ini akan saya jaga selama lima tahun,” pungkas Aneng. (Azmi)













