Menu

Mode Gelap
Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan P2K IIBN 2026: Mahasiswa Dituntut Tak Hanya Cerdas, tetapi Juga Aktif, Inovatif dan Berkarakter Batam Jadi Lokasi Perdana SiTaskin Pesisir, Pemerintah Perkuat Pengentasan Kemiskinan Nelayan Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi

Daerah

HMNI Kepri Kritik Program Nelayan, Pemerintah Pastikan Upaya Terus Berjalan

badge-check


					Peserta dan narasumber Seminar Hari Nelayan Nasional yang digelar DPD HMNI Kepulauan Riau berfoto bersama usai kegiatan bertajuk “Sinergi Kebijakan Pemerintah untuk Kesejahteraan Nelayan Kepri” di Pinang Harmoni, Tanjungpinang, Rabu (22/4/2026). Perbesar

Peserta dan narasumber Seminar Hari Nelayan Nasional yang digelar DPD HMNI Kepulauan Riau berfoto bersama usai kegiatan bertajuk “Sinergi Kebijakan Pemerintah untuk Kesejahteraan Nelayan Kepri” di Pinang Harmoni, Tanjungpinang, Rabu (22/4/2026).

Tanjungpinang – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Provinsi Kepulauan Riau menggelar seminar bertajuk “Sinergi Kebijakan Pemerintah untuk Kesejahteraan Nelayan Kepri” di Pinang Harmoni, Tanjungpinang, Rabu (22/04/2026).

Diskusi ini mengupas wacana versus realisasi program Kesejahteraan Nelayan Masyarakat Pesisir (KNMP) di wilayah Kepri. Seminar tersebut menjadi panggung diskusi kritis terkait akses nelayan terhadap informasi kebijakan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Selain itu, forum ini juga menuntut langkah konkret untuk mengangkat taraf hidup masyarakat pesisir.

Ketua DPD HMNI Kepri, Ravi Azhar, menilai kondisi ekonomi nelayan di Kepulauan Riau saat ini masih jauh dari kata layak. Ia menyoroti adanya hambatan akses bantuan yang dinilai belum menyentuh akar persoalan di lapangan.

“Kesejahteraan nelayan kita masih menjadi rapor merah. Akses terhadap bantuan pemerintah seringkali belum menjangkau masalah yang paling dasar. HMNI berkomitmen untuk terus mengawal dan memperjuangkan hak-hak nelayan agar kebijakan tidak berhenti di meja birokrasi,” tegas Ravi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, Said Sudrajad, menegaskan pemerintah tidak abai terhadap nasib nelayan.

Menurutnya, sejak Provinsi Kepri berdiri, sektor kelautan dan perikanan selalu menjadi prioritas pembangunan.

“Pemerintah Provinsi Kepri terus berkomitmen dan serius dalam memperhatikan kesejahteraan nelayan melalui berbagai program strategis. Kami terus berupaya agar kebijakan yang ada bisa terimplementasi dengan baik di seluruh kabupaten/kota,” ujar Said.

Sementara itu, tokoh sentral perjuangan pembentukan Provinsi Kepri, Huzrin Hood, yang turut hadir sebagai pembicara, memberikan sejumlah catatan penting bagi pemerintah.

Ia menekankan perlunya alokasi dana yang lebih spesifik dan berkelanjutan, khususnya untuk dua sektor vital, yakni infrastruktur penunjang nelayan dan pendidikan.

Selain itu, ia juga mendorong percepatan pengadaan sarana dan prasarana yang mendukung produktivitas nelayan di pulau-pulau, serta menjamin keberlangsungan pendidikan bagi generasi muda pesisir agar mampu memutus rantai kemiskinan.

Seminar ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif, sehingga kebijakan pemerintah ke depan lebih adaptif terhadap kebutuhan nyata masyarakat nelayan di Kepulauan Riau. (Tumarmi)

Baca Lainnya

HUT Karang Taruna Sinar Siantan ke-20, Camat Siantan Tengah: Jadikan Olahraga Perekat Persaudaraan

6 September 2026 - 16:03

Dua Pejabat Baru Dilantik di Kejari Kepulauan Anambas

4 September 2026 - 09:26

Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan

3 September 2026 - 12:30

Kejati Kepri Pelajari Laporan GAMNR soal Belanja Hotel dan Publikasi DKUKM

3 September 2026 - 11:51

DPRD Kota Batam Bahas Jawaban Wali Kota soal Ranperda Perubahan APBD 2026

2 September 2026 - 18:30

Trending di Daerah