Menu

Mode Gelap
Defence Attache Tour 2026 Singgah di Batam, Kenalkan Potensi Industri Maritim dan Investasi Batam Raih WTP ke-14 Beruntun, Li Claudia: Kepercayaan Ini Harus Dijaga Batam Melesat! Investasi Tumbuh Pesat, Pemko Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Jadi Energi Sekda Batam Sambut Kepulangan 442 Jemaah Haji: Semoga Menjadi Haji Mabrur Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemko Batam Teguhkan Komitmen Jaga Kerukunan dan Persatuan residen Prabowo Serahkan Hewan Kurban untuk Warga Batam, Pemko Ajak Perkuat Solidaritas

Daerah

HMNI Kepri Kritik Program Nelayan, Pemerintah Pastikan Upaya Terus Berjalan

badge-check


					Peserta dan narasumber Seminar Hari Nelayan Nasional yang digelar DPD HMNI Kepulauan Riau berfoto bersama usai kegiatan bertajuk “Sinergi Kebijakan Pemerintah untuk Kesejahteraan Nelayan Kepri” di Pinang Harmoni, Tanjungpinang, Rabu (22/4/2026). Perbesar

Peserta dan narasumber Seminar Hari Nelayan Nasional yang digelar DPD HMNI Kepulauan Riau berfoto bersama usai kegiatan bertajuk “Sinergi Kebijakan Pemerintah untuk Kesejahteraan Nelayan Kepri” di Pinang Harmoni, Tanjungpinang, Rabu (22/4/2026).

Tanjungpinang – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Provinsi Kepulauan Riau menggelar seminar bertajuk “Sinergi Kebijakan Pemerintah untuk Kesejahteraan Nelayan Kepri” di Pinang Harmoni, Tanjungpinang, Rabu (22/04/2026).

Diskusi ini mengupas wacana versus realisasi program Kesejahteraan Nelayan Masyarakat Pesisir (KNMP) di wilayah Kepri. Seminar tersebut menjadi panggung diskusi kritis terkait akses nelayan terhadap informasi kebijakan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Selain itu, forum ini juga menuntut langkah konkret untuk mengangkat taraf hidup masyarakat pesisir.

Ketua DPD HMNI Kepri, Ravi Azhar, menilai kondisi ekonomi nelayan di Kepulauan Riau saat ini masih jauh dari kata layak. Ia menyoroti adanya hambatan akses bantuan yang dinilai belum menyentuh akar persoalan di lapangan.

“Kesejahteraan nelayan kita masih menjadi rapor merah. Akses terhadap bantuan pemerintah seringkali belum menjangkau masalah yang paling dasar. HMNI berkomitmen untuk terus mengawal dan memperjuangkan hak-hak nelayan agar kebijakan tidak berhenti di meja birokrasi,” tegas Ravi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, Said Sudrajad, menegaskan pemerintah tidak abai terhadap nasib nelayan.

Menurutnya, sejak Provinsi Kepri berdiri, sektor kelautan dan perikanan selalu menjadi prioritas pembangunan.

“Pemerintah Provinsi Kepri terus berkomitmen dan serius dalam memperhatikan kesejahteraan nelayan melalui berbagai program strategis. Kami terus berupaya agar kebijakan yang ada bisa terimplementasi dengan baik di seluruh kabupaten/kota,” ujar Said.

Sementara itu, tokoh sentral perjuangan pembentukan Provinsi Kepri, Huzrin Hood, yang turut hadir sebagai pembicara, memberikan sejumlah catatan penting bagi pemerintah.

Ia menekankan perlunya alokasi dana yang lebih spesifik dan berkelanjutan, khususnya untuk dua sektor vital, yakni infrastruktur penunjang nelayan dan pendidikan.

Selain itu, ia juga mendorong percepatan pengadaan sarana dan prasarana yang mendukung produktivitas nelayan di pulau-pulau, serta menjamin keberlangsungan pendidikan bagi generasi muda pesisir agar mampu memutus rantai kemiskinan.

Seminar ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif, sehingga kebijakan pemerintah ke depan lebih adaptif terhadap kebutuhan nyata masyarakat nelayan di Kepulauan Riau. (Tumarmi)

Baca Lainnya

Menginap Empat Malam di Penyengat, Pelajar Singapura Belajar Sejarah Melayu hingga Tanam Mangrove

8 Juni 2026 - 13:05

Sas Jhoni: Marwah Adat Melayu Harus Dijaga Lewat Musyawarah Hulubalang

7 Juni 2026 - 14:04

Membanggakan! Bripda Moh. Nurtakhim Raih Predikat Akademik Terbaik di SPN Batua Polda Sulsel

6 Juni 2026 - 19:43

Generasi Muda Anambas Dorong Penguatan Demokrasi Lokal dan Ruang Aspirasi Publik

5 Juni 2026 - 20:08

Bangun SDM Unggul, Pemda Anambas Jalin Kemitraan Strategis dengan Universitas Budi Luhur

5 Juni 2026 - 20:01

Trending di Daerah