Menu

Mode Gelap
Audiensi ke Pemko Batam, ADOB Soroti Tarif Ojol, Operasional Taksi Bandara, Hingga BPJSTK Driver Excavator dan Dump Truck Beroperasi Bebas, Cut and Fill di Sei Temiang Batam Diduga Tak Kantongi Izin Apel Siaga Batam Peduli Bencana, Pemko Tegaskan Komitmen Solidaritas Antar Daerah Komisi I Pertanyakan Data TKA PT JEE, Ada yang Masuk Pakai Visa Wisata? LIBAS Laporkan Proyek Citywalk Lubuk Baja: Ada Apa dengan Perizinannya? Dugaan Pembuangan Limbah B3, LIBAS Laporkan Dua Perusahaan ke Polda Kepri

News

Diduga PHK Sepihak, PT Carefastindo Absen dari Mediasi Disnaker, SPBI: “Perusahaan Harus Tanggung Jawab!”

badge-check


					DPP SPB-I bersama Yafita Gea (Kanan), saat menghadiri panggilan mediasi dari Disnaker Batam, Senin (6/10). Foto : Ist Perbesar

DPP SPB-I bersama Yafita Gea (Kanan), saat menghadiri panggilan mediasi dari Disnaker Batam, Senin (6/10). Foto : Ist

Batam, Gennews.id – Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Buruh Indonesia (DPP SPBI) menyatakan kekecewaannya terhadap PT Carefastindo Cabang Batam yang mangkir dari panggilan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam. Pemanggilan tersebut dilakukan untuk mediasi terkait dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak dan tidak dibayarkannya sejumlah hak pekerja.

Mediasi yang dijadwalkan berlangsung di ruang PHI Disnaker Batam, Senin (6/10/2025), dihadiri oleh perwakilan DPP SPBI yakni Ketua Umum Yutel, Sekretaris Umum Dermawan Gulo, S.Pd, Wakil Ketua Umum Erwinsyah, serta tim media. Namun, pihak perusahaan tidak hadir tanpa memberikan keterangan resmi.

“Kami sangat kecewa dengan sikap PT Carefastindo. Ini bukan hanya soal mangkir dari panggilan Disnaker, tapi juga soal tanggung jawab moral dan hukum terhadap pekerja yang dirugikan,” tegas Yutel, Ketua Umum DPP SPBI, usai pertemuan.

Menurut Yutel, tindakan perusahaan yang diduga melakukan PHK sepihak dan menahan hak-hak pekerja mencerminkan lemahnya komitmen terhadap kesejahteraan buruh.

“Jangan hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan nasib pekerja. Kami menuntut agar PT Carefastindo bertanggung jawab penuh dan menghormati hak-hak pekerjanya,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Disnaker melalui Novarastami, S.I.P, selaku pejabat yang menangani mediasi, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan segera melayangkan surat panggilan kedua kepada perusahaan.

“Surat panggilan pertama sudah kami kirim melalui pekerja atas nama Yafita Gea (YG). Karena perusahaan tidak hadir, kami akan kirimkan surat panggilan kedua untuk memberi kesempatan mediasi secara kekeluargaan,” kata Novarastami kepada wartawan di ruang PHI Disnaker Batam.

Namun, upaya konfirmasi media kepada pihak PT Carefastindo belum membuahkan hasil. Nomor WhatsApp perusahaan bahkan telah memblokir kontak tim media setelah dihubungi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen PT Carefastindo Cabang Batam terkait ketidakhadiran mereka di Disnaker maupun dugaan pelanggaran hak pekerja tersebut. (Wins)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Seragam Ratusan Juta di BKAD Kepri: Kebutuhan Pegawai atau Pemborosan Anggaran?

23 April 2026 - 14:25

Kasus 90 Kontainer Limbah Elektronik di Batam Disorot, Ada Dugaan Pelanggaran?

22 April 2026 - 21:59

HMNI Kepri Kritik Program Nelayan, Pemerintah Pastikan Upaya Terus Berjalan

22 April 2026 - 18:01

Kajari Anambas Lantik Kasi Intel Baru, Tekankan Adaptasi dan Sinergi

21 April 2026 - 18:26

HNSI Ingatkan Soal Tata Niaga Ikan, Nelayan Anambas Bisa Murka

21 April 2026 - 07:32

Trending di Daerah