Tanjungpinang — Pengacara Jack Kuhon membongkar dugaan penipuan perumahan Graha Nesa yang melibatkan PT Triputra Danesa, setelah kliennya mengalami kerugian hingga Rp731 juta akibat rumah yang tak kunjung dibangun.
Jack Kuhon, S.E., S.H., M.H., CNSP, CFNLP yang merupakan pengacara dari Kantor Hukum RJK & Partners menegaskan, pihaknya melakukan pendalaman secara komprehensif dengan melibatkan sejumlah ahli, mulai dari pidana, perdata hingga konstruksi guna memastikan aspek hukum dalam perkara tersebut.
“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya dari sisi hukum pidana, tetapi juga melihat aspek perdata dan teknis pembangunan. Dari situ terlihat adanya indikasi kuat perbuatan melawan hukum,” ujar Jack, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, kliennya, Ratih Seftiariski, telah melakukan transaksi pembelian rumah tipe 80/200 meter persegi di Perumahan Graha Nesa dengan nilai Rp551 juta. Namun hingga kini, pembangunan rumah tidak kunjung selesai, sementara dokumen kepemilikan juga belum diterima.
Akibat kondisi tersebut, korban mengalami kerugian materil dan immateril yang ditaksir mencapai Rp731.661.000.
Menurut Jack, kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih pengembang serta memastikan legalitas proyek sebelum melakukan transaksi.
“Peran pendampingan hukum sangat penting agar hak-hak konsumen tetap terlindungi dan tidak dirugikan,” tegasnya.
Di sisi lain, proses hukum terhadap Direktur PT Triputra Danesa, Dani Susilo, saat ini terus berjalan. Penyidik telah melakukan penahanan terhadap tersangka, dan berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak kejaksaan.
Pelimpahan tahap II berupa tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang dilakukan berdasarkan surat Kapolres Tanjungpinang dengan nomor B/10/IV/RES.1.11/2026 tertanggal 02 April 2026, sebagai tindak lanjut setelah berkas perkara dinyatakan lengkap.
Jack juga mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum yang dinilai profesional dalam menangani perkara tersebut hingga ke tahap pelimpahan.
Ia berharap, penanganan kasus ini dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih cermat dalam melakukan transaksi di sektor properti. (Reza)













